Gubernur Arinal Panen Raya Padi di Lampung Tengah

  • 10 Okt 2023 18:40 WIB
  •  Bandar Lampung
KBRN, Lampung Tengah: Gubernur Lampung, Arinal Djunidi melakukan panen raya padi di Desa Ratna Khaton, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (10/10/2023).

Dalam sambuatnnya Gubernur mengatakan, padi merupakan komoditas pangan strategis yang merupakan pangan pokok masyarakat Indonesia sehingga pemerintah harus dapat menjamin ketersediaan pangan khususnya beras dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik serta harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dikatakan Arinal, produksi padi Provinsi Lampung Tahun 2022 berdasarkan data SIScrop mencapai 3,2 juta ton dari target 2,8 juta ton, sedangkan pada tahun 2023 produksi padi di Provinsi Lampung ditargetkan 3 juta ton.

"Capaian ini menempatkan Provinsi Lampung sebagai peringkat ke-2 Sumatera dan 5 secara nasional. Kabupaten Lampung Tengah memberikan kontribusi produksi padi Provinsi Lampung sebesar 676.519 Ton atau 21,14% dan menempati urutan ke-1 dari 15 kabupaten/kota," ujarnya.

Ditambahkan, potensi lahan sawah Provinsi Lampung seluas 361.699 Ha, tahun 2022 luas panen padi mencapai 518.256 Ha dan tahun 2023 perkiraan luas panen mencapai 536.081 Ha meningkat 3,47% atau 17.825 Ha, perkiraan jumlah produksi tahun 2023 sebesar 3.156.811 ton GKP, setara dengan 1.670.568 ton beras.

"Kebutuhan beras bagi penduduk Lampung (9,3 juta jiwa) pada tahun 2023 sebesar 927.301 ton. Dengan demikian terdapat surplus beras sebesar 743.267 ton. Saat ini harga gabah (GKP) di tingkat petani Rp. 6.500 — 6.700/kg," kata Arinal.

Gubernur menjelaskan, dalam menghadapi iklim ekstrim kekeringan (El-Nino) tahun 2023 Provinsi Lampung melakukan program Gernas tanam padi yang ditargetkan seluas 36.000 Ha di 11 (sebelas) Kabupaten salah satunya di Kabupaten Lampung Tengah dengan target 8.000 Ha.

"Upaya tersebut merupakan salah satu program dalam rangka mempertahankan/ meningkatkan produksi padi dari dampak ElNino yang diperkirakan akan berlanjut sampai dengan bulan Februari 2024," ucap Arinal.

Upaya-upaya yang dilakukan Pemprov Lampung dalam rangka menghadapi ikilim ekstrim kekeringan (EI-Nino) antara lain :

a. Penyebaran informasi prakiraan iklim dan kewaspadaan terhadap bencana alam;

b. Penyaluran sarana pengendalian OPT dan pengadaan pompa air kepada kelompok tani dan wilayah yang membutuhkan;

c. Melakukan percepatan tanam dan memaksimalkan capaian target tanam dengan mengoptimaikan pemanfaatan sumur pompa, sumur suntik, embung;

d. Meningkatkan jumlah petani yang tergabung dalam program KPB, saat inl jumiah petani tergabung KPB sebanyak 678.281 orang, untuk Kabupaten Lampung Tengah 175.779. orang dan meningkatkan keikutsertaan AUPT khususnya pada wilayah rentan mengalami kekeringan, program AUTP tahun 2023 seluas 1.951 Ha;

e. Melakukan koordinasi dengan Dinas/ Instansi lain yang terkait pengairan untuk perbaikan drainase, optimalisasi infrastruktur dan penyiapan pompa air;

f. Pengembangan cadangan pangan sampai tingkat desa serta memantau ketersediaan pangan dan harga setempat. Cadangan pangan daerah sampai dengan September 2023, sebanyak 576.683 Ton, kontribusi Kabupaten Lampung Tengah sejumlah 44.214 ton.

"Dengan diselenggarakannya dapat memotivasi seluruh masyarakat dan dan jajaran pertanian untuk lebih terpacu dalam melakukan aktivitas meningkatkan produksi dan produktifitas usaha tani pertanian terutama padi," ujar Arinal.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....