Miris Hanya Ikuti Tren, 11 Siswa SD di Situbondo Lakukan Aksi Berbahaya
- 02 Okt 2023 20:48 WIB
- Jember
KBRN, Situbondo: Meniru dari tayangan di salah satu media sosial, belasan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggores lengannya dengan benda tajam.
Benda tajam yang digunakan untuk menggores lengan siswa-siswi SD itu adalah alat kesehatan mirip pensil yang biasa digunakan untuk cek GDA stick yang dibeli dari pedagang di sekitar sekolah.
"Begitu mengetahui ada murid kami yang menggores lengannya menggunakan benda tajam, kami langsung mengamankan benda tersebut," ujar kepala sekolah di SD tersebut, Senin (2/10/2023).
Saat itu juga, kepala sekolah bersama para guru melakukan inspeksi mendadak ke setiap kelas siswa. Ternyata, tidak hanya satu orang siswa yang menggores lengannya dengan benda tajam, melainkan 10 siswa lainnya sehingga total ada 11 siswa yang melakukan aksi gila itu.
"Peristiwa terjadi pada Kamis, 28 September 2023. Saat itu juga kami langsung memanggil wali murid dari siswa tersebut," ungkapnya.
Siswa-siswi SD yang menggores lengannya terdiri dari siswa kelas IV, V dan kelas VI. Mereka mengaku mengikuti tren di medsos sehingga ikut-ikutan menggores tangan tanpa merasa takut.
Informasi dihimpun RRI, terungkapnya fenomena mengerikan itu, berawal ditemukannya salah seorang lengan siswi kelas V SD yang penuh luka sayatan. Pihak sekolah langsung memeriksa semua siswa di SD tersebut sehingga ditemukan ada 11 siswa yang melakukan hal yang sama.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Supiyono mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Korwil SD dan MKKS di tingkat SMP agar meningkatkan pengawasan kepada para siswanya.
"Untuk mengatasi ini juga berkoordinasi dengan pihak orang tua, agar bersinergi dengan kami untuk sama-sama mengatasi hal ini," ucapnya.
Bahkan, pihaknya akan membuat surat edaran agar kasus ini tidak menyebar ke sejumlah sekolah di Situbondo serta mendorong pihak sekolah di semua jenjang untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
"Pihak sekolah sudah melakukan kerjasama dengan Polres Situbondo, untuk mengantisipasi terjadinya bullying dan kekerasan seksual terhadap anak di sekolah, kasus baru ini bisa kita kerjasamakan juga," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....