Umoh Panja, Rumah Adat Suku Kerinci Terancam Punah

  • 25 Agt 2023 08:35 WIB
  •  Jambi

KBRN, SUNGAI PENUH : Rumah tradisional Kerinci, yakni umoh laheik atau umoh panja, keberadaannya kini semakin langka, bahkan bisa dikatakan telah punah. Rumah tradisional Kerinci kini telah habis tergantikan oleh rumah-rumah dengan bangunan beton yang permanen. Sangat sulit menemukan ikon cirri khas rumaha adat Kerinci. ujar Penggiat kebudayaan Kerinci, Hendy Wisnu, di Kerinci, Kamis (24/08/2023).

Menurut Hendy hal tersebut terjadi disebabkan berbagai faktor, seperti indikator telah berubahnya pola pikir dan gaya hidup masyarakat menjadi lebih modernis, individualis, dan praktis seperti sekarang, juga karena semakin meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Umoh laheik atau umoh panja adalah rumah-rumah rakyat, yang ditempati oleh keluarga-keluarga. Jadi, keberadaannya bukanlah sebagai rumah adat seperti halnya rumah gadang di Sumbar. Untuk rumah adat, mereka punya sendiri yang disebut umoh sko. Umoh laheik, katanya, dibangun sambung-menyambung satu dengan yang lainnya sehingga menyerupai gerbong kereta yang sangat panjang, sepanjang larik atau lorong desa, dibangun di sisi kiri dan kanan sepanjang jalan.


"Di rumah panggung tersebut, tempat tinggal tumbi (keluarga besar) adalah di bagian atas, dengan sistem sikat atau sekat-sekat seperti rumah bedeng di zaman sekarang ini. Setiap keluarga menempati satu sikat yang terdiri dari kamar, ruang depan, ruang belakang, selasar, dan dapur," Jelas Hendy.

Namun, pada masa sekarang keberadaan rumah-rumah tradisional rakyat itu kian hilang karena keluarga pemilik atau ahli warisnya telah menggantinya dengan bangunan beton yang dinilai lebih modis dan modern.

Hampir semua desa induk di Kerinci memiliki tipe umoh laheik yang sama, seperti di Sungai Penuh, Kumun, Tanjung Pauh, Tanah Kampung, Rawang, Semurup, Siulak, Kemantan, Koto Majidin, Jujun, Pulau Tengah, Lolo, Lempur, Seleman, Cupak, dan Sebukar. Namun, sekarang sulit ditemukan rumah dalam keadaan utuh. Yang masih tersisa justru terbengkalai tak terawat sehingga terlihat seperti rumah yang menyeramkan di antara rumah-rumah beton menyerupai istana di sekitarnya.

Apalagi hingga saat ini tidak ada satu pun rumah tradisional Kerinci yang ditetapkan menjadi benda cagar budaya. Kondisi itu lebih mempercepat punahnya keberadaan umah laheik dari bumi Sakti Alam Kerinci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....