Wa’e Sa’o, Tradisi Pengatapan Rumah Adat Warisan Leluhur yang Tetap Dilestarikan
- 23 Agt 2023 11:05 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Masyarakat Kampung Adat Gurusina, Desa Watumanu Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada tetap mempertahankan Tradisi Wa’e Sa’o yang merupakan tradisi leluhur yang berhubungan dengan pengatapan rumah adat dari alang-alang yang disusun rapi dengan menggunakan tali ijuk sebagai pengikat untuk memberikan perlindungan dari hujan dan panas terik matahari sekaligus merupakan simbol keagungan dan kebesaran serta kesucian para leluhur yang harus dijaga dan dihormati serta diwariskan kepada anak cucu.
Tradisi Wa’e Sa’o masih terus dijaga sebagai warisan kearifan lokal serta memelihara semangat gotong royong yang dijadikan pedoman hidup untuk bekerjasasama dalam melestarikan adat budaya leluhur yang agung.
Bagi masyarakat Kampung Adat Gurusina pembangunan rumah adat harus berbahan alami seperti yang diajarkan oleh leluhur sehingga keaslian rumah adat tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami pergeseran nilai budaya di tengah kemajuan teknologi.
Tokoh adat Kampung Gurusina Kletus Bengu menjelaskan tradisi Wae Sa’o merupakan gambaran akan pribadi seorang wanita yang memberikan kehidupan serta perlindungan bagi anak-anaknya dan merupakan simbol keagungan serta kesucian leluhur yang harus dijaga dan dirawat oleh generasi selanjutnya sampai kapanpun.
“Sebuah rumah diibaratkan sebagai seorang perempuan. Seorang perempuan yang menghimpun dan melindungi anak-anaknya. Sehingga ada kepala diatasnya, ada badannya di dalam rumah, ada kakinya di bawah. Jadi dia (rumah) ibarat manusia yang siap melindungi anak-anak didalamnya,”ujar bapak Kletus.
Kampung Adat Gurusina merupakan salah satu destinasi wisata megalitikum yang banyak diminati oleh wisatawan asing karena meiliki tatanan rumah adat yang bertingkat serta memiliki pesona pemandangan alam perbukitan yang asri dan masih mempertahankan tradisi leluhur dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....