Untag Surabaya Gali Nilai Juang Bung Karno
- 19 Jun 2025 14:45 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya memaknai lahirnya Pancasila lewat refleksi kebangsaan bertajuk “Putra Sang Fajar Mencari, Menggali, dan Mempersembahkan Pancasila”, Rabu (18/6/2025), di Auditorium Lantai 6 R. Ing. Soekonjono, Kampus Untag Surabaya. Kegiatan ini menyoroti kontribusi Bung Karno dalam merumuskan dasar negara sekaligus mengajak generasi muda memahami akar ideologi bangsa.
Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, mengajak peserta merenungkan jejak perjuangan Bung Karno dan pentingnya semangat Jas Merah—Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. “Pancasila bukan simbol, tapi gagasan besar pemersatu bangsa. Bung Karno menggali nilai itu di tengah keterasingan,” ujarnya. Ia menegaskan, pendidikan harus menjadi ruang pembentukan karakter nasionalis dan solutif.
Prof. Mulyanto juga menekankan pentingnya inovasi di lingkungan kampus. Setiap pejabat Untag, katanya, wajib menandatangani kontrak inovasi tahunan sebagai bentuk komitmen terhadap kemajuan dan adaptasi zaman.
Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, menambahkan bahwa proses penggalian Pancasila oleh Bung Karno berlangsung dalam kontemplasi panjang, termasuk saat masa pengasingan di Ende, Nusa Tenggara Timur. “Di bawah Pohon Sukun, Bung Karno menyusun fondasi kebangsaan,” ucapnya. Ia kemudian membawakan lagu “Bung Karno – Bersuka Ria” dengan penuh semangat, sebagai bentuk ekspresi emosional terhadap warisan pemikiran sang proklamator.
Direktur Utama PT Jatayu, Antonius Ambar Widodo, menilai refleksi seperti ini penting untuk membentuk karakter pemimpin masa depan. “Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Generasi muda harus memahami akar ideologi bangsa,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kriswanto dari MIR Insurance. Menurutnya, kegiatan ini membangkitkan kesadaran kolektif atas pentingnya sejarah dan keberagaman. “Refleksi ini mampu mempererat rasa kebangsaan dan toleransi antargenerasi,” katanya.
Dosen Psikologi Untag Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, mengapresiasi konsistensi YPTA dalam menjaga semangat Pancasila. Ia berharap kegiatan serupa juga menyasar pelajar SMP dan SMA agar pendidikan sejarah dapat ditanamkan sejak dini dari sumber yang autentik.
Suasana reflektif juga tercermin dalam pembacaan puisi “Persetujuan dengan Bung Karno” oleh Adinda Dyah Pitaloka, tenaga kependidikan YPTA. Puisi ini menggambarkan semangat revolusioner Bung Karno dalam menghadapi tantangan zaman.
Kelompok lintas agama Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP) turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu “Forum Beda Tapi Mesra” yang menekankan pentingnya toleransi dan persatuan bangsa. Sebelumnya, siswa SMATAG Surabaya menampilkan Tari Remo “Bolet” yang menggambarkan semangat juang dan keberanian.
Sebagai penutup, kelompok IMP menyanyikan lagu “Tanah Airku” yang menggugah rasa cinta tanah air dan meneguhkan kembali nilai-nilai keindonesiaan di tengah tantangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....