HANI 2025: Wujudkan Indonesia Emas, Tanpa Jejak Narkoba

  • 14 Jun 2025 05:58 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 akan menjadi momentum penting bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi bahaya narkoba. Tahun ini, tema internasional yang diangkat adalah “'The Evidence is Clear: Invest in Prevention” atau “Bukti Sudah Jelas, Berinvestasilah dalam Pencegahan”, sementara tema nasional dari BNN RI menekankan pada “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Menurut Ralvin L.I. Lapuisaly, Duta Anti Narkoba BNN Provinsi NTT, diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan dalam memerangi narkotika, tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga dari sisi pencegahan dini dan penguatan sistem kesehatan serta pendidikan masyarakat. Dengan tema nasional yang telah ditetapkan, dapat menjadi refleksi dan gaung memutus mata rantai peredaran gelap narkoba sampai di seluruh pelosok di Indonesia terkhususnya juga di NTT sebagai provinsi yang memiliki banyak potensi luar biasa.

“Tahun ini kita ingin mendorong kampanye yang menitik beratkan pada aksi jangka panjang yang terkoordinir dalam memutus mata rantai terorganisir dari peredaran gelap narkotika melalui pemecahan akar, pemecahan masalah, melalui investasi dalam pencegahan dan juga membangun sistem kesehatan masyarakat yang tentunya lebih kuat dalam dunia pendidikan dan dalam sistem sosial,” katanya.

BNN Provinsi NTT telah menyiapkan serangkaian kegiatan untuk menyemarakkan peringatan HANI 2025 pada 26 Juni 2025 yang dipusatkan di halaman depan kantor BNNP NTT. Acara ini melibatkan semua kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga komunitas remaja dan juga orang tua.

”Beberapa kegiatan yang diadakan nanti seperti lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba desain poster dan orasi anti narkoba, terbuka untuk umum dan pelajar, talkshow dan pameran interaktif, sebagai ruang diskusi terbuka bagi generasi muda, open booth makanan dan pasar buku, dan tentunya nanti akan kami akhiri dengan malam perenungan bersama, akan ada penyalaan lilin sebagai bentuk refleksi malam hari anti narkotika internasional,” ujarnya.

Kegiatan yang dikemas menarik dalam bentuk pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan edukasi tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang bahaya narkotika, khususnya bagi remaja. Hal ini dikarenakan remaja lebih rentan terhadap pengaruh narkotika yang saat ini lebih mudah masuk melalui lingkungan pergaulan remaja dan juga dunia digital.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa kampanye anti narkoba tidak melulu soal larangan, tapi bisa dimulai dari hal-hal positif, kreatif, dan relevan dengan kehidupan anak muda saat ini,” katanya.

Ada lima kelompok sasaran yang menjadi target kegiatan peringatan HANI 2025, seperti relawan dan penyintas narkoba, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan komunitas remaja, lingkungan kerja pemerintah dan swasta, mantan pengguna serta keluarga korban penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan yang inklusif ini, pihak BNN berharap bahwa peringatan HANI tak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga gerakan kolektif lintas generasi dan profesi.

Peringatan HANI 2025 memiliki urgensi dan makna yang besar, terutama bagi generasi muda, karena adanya perubahan pola penyebaran narkoba yang kini merambah ruang-ruang digital dengan strategi yang baru. Media sosial, game online, dan aplikasi pesan menjadi saluran yang dapat dimanfaatkan oleh pengedar untuk menjangkau anak-anak muda.

“Di era globalisasi saat ini ancamannya makin baru, dengan strategi kita harus baru makanya upaya pencegahannya kita juga harus baru. Bukan hanya sekedar slogan saja tapi ini adalah pengingat keras bahwa pola peredaran narkoba ini sudah berubah mulai mengandalkan jalan-jalan, bukan hanya lagi mengandalkan jalan gelap atau transaksi sembunyi-sembunyi, tapi sekarang memang sudah menyasar ruang digital dimana anak-anak muda hadir disitu,” ucapnya.

Oleh karena itu, edukasi digital dan literasi media juga menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. BNNP NTT menyediakan layanan konseling gratis baik secara langsung maupun daring, yang bisa diakses oleh siapa saja, terutama anak muda yang butuh ruang aman untuk berbagi cerita.

“Ini bukan sekedar peringatan, tetapi juga seruan. Kami ingin anak-anak muda NTT menyadari bahwa mereka punya potensi besar. Jangan biarkan narkoba mematikan potensi itu, tetap waspada dan berhati-hati, kalau tidak, maka potensi itu bisa dipatahkan oleh jebakan narkoba yang sekarang ini makin banyak bentuknya makin halus cara masuk mereka. Kita perlu bangun ekosistem yang sehat, mendukung, dan kreatif,” ucapnya. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....