Wabup Dimas Ajak Masyarakat Dukung Koperasi Merah Putih

  • 17 Apr 2025 19:21 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purbalingga :Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu menyukseskan program Koperasi Merah Putih. Program nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, ini dinilai sebagai salah satu kunci penting untuk mendorong kemandirian desa, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Dimas dalam kegiatan Silaturahmi dan Halalbihalal bersama Forkopimcam, para kepala desa, dan organisasi wanita se-Kecamatan Bojongsari yang berlangsung hangat di Pendapa Kecamatan Bojongsari, Kamis (17/4/2025).

“Koperasi Merah Putih akan diakselerasi, dan ini membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten hingga desa. Mari kita dukung bersama,” ujar Dimas penuh semangat.

Program Koperasi Merah Putih, lanjut Dimas, dirancang sebagai jawaban atas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi desa. Dengan menyediakan layanan strategis seperti sembako terjangkau, simpan pinjam, klinik dan apotek desa, cold storage untuk hasil tani dan ikan, serta sistem distribusi logistik yang efisien, koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa.

“InsyaAllah di semester pertama tahun ini, Koperasi Merah Putih mulai direalisasikan di Purbalingga. Kita harus bergerak cepat dan optimis,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dimas juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah mulai bergulir di beberapa wilayah. Program ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, guna memastikan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

“Program-program yang baik harus kita sambut dengan prasangka baik dan semangat optimis. Mari kita coba dulu, rasakan manfaatnya, lalu bersama-sama kita evaluasi dan perbaiki jika ada kekurangan,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Camat Bojongsari, Tri Wahyu Dini Susanti, mengungkapkan bahwa hampir 50% desa di wilayahnya sudah masuk kategori desa mandiri, dengan capaian Indeks Desa Membangun (IDM) rata-rata 0,811. Namun, ia tak menutup mata terhadap sejumlah persoalan serius yang masih membayangi.

“Permasalahan stunting dan tingginya angka anak putus sekolah, yang hampir mencapai 900 anak, menjadi PR besar bagi kami,” jelas Dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....