Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY Lewat Sektor Unggulan dan Teknologi
- 15 Apr 2025 21:42 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Perubahan paradigma pembangunan nasional dari Nawacita menuju Asta Cita menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD DIY Tahun 2026 yang berlangsung di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (15/4/2025). Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, penguatan produktivitas sektor unggulan dan pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sri Sultan menegaskan bahwa pembangunan DIY harus berfokus pada penguatan sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan industri manufaktur. Strategi ini tidak hanya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong efisiensi di berbagai lini berkat adaptasi teknologi yang lebih masif. “Sektor unggulan merupakan pilar penting dalam memperkuat perekonomian DIY. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi alat untuk mendorong produktivitas dan efisiensi, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat lebih optimal,” ujar Sri Sultan.
Musrenbang RKPD DIY 2026 kali ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dengan hadirnya jajaran pejabat kementerian, Forkopimda, Bupati, dan Wali Kota se-DIY, serta pelaku pembangunan. Musrenbang diharapkan mampu menjadi forum strategis dalam penyelarasan prioritas pembangunan daerah, termasuk dalam mengatasi ketimpangan wilayah dan persoalan kemiskinan yang hingga kini masih menjadi tantangan. Dalam laporannya, Sri Sultan menyampaikan bahwa meskipun kemiskinan di DIY berada di atas rata-rata nasional, namun upaya penurunan terus menunjukkan hasil positif dalam satu dekade terakhir.
“Angka kemiskinan di DIY menurun signifikan sebesar 4,17 persen sejak 2014. Bahkan, kemiskinan ekstrem pada Maret 2024 turun menjadi 0,85 persen, menempatkan DIY sebagai daerah dengan laju penurunan tercepat kedua di Pulau Jawa setelah Provinsi Banten,” kata Sri Sultan. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat, meski tetap memerlukan inovasi, kerja keras, dan kolaborasi semua pihak.
Selain penguatan sektor ekonomi dan pemanfaatan teknologi, Sri Sultan juga menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat dalam pembangunan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat akan menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil pembangunan daerah. “Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subjek penting dalam proses pembangunan agar tercipta sinergi yang kuat dan berkelanjutan,” ucap Sri Sultan.
Puncak Musrenbang RKPD DIY 2026 juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha Tahun 2025. Pemerintah Kota Yogyakarta berhasil meraih peringkat pertama, disusul oleh Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Selain itu, inovasi Cabai Pantai Kulon Progo (PAKU) juga diapresiasi sebagai Program Unggulan Inovatif Daerah yang dinilai mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan anggaran secara efisien. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran telah berjalan baik. Ke depan, kami akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari Human Capital Index, sesuai dengan arahan pembangunan nasional,” kata Hasto. (Aan/Wulan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....