Banjir di Magetan, Persiapan Jelang Lebaran Jadi Terganggu

  • 30 Mar 2025 08:30 WIB
  •  Madiun

KBRN, Magetan: Luapan air dari Sungai Ulo yang membanjiri Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menghambat berbagai persiapan warga menjelang Hari Raya Idulfitri pada Sabtu (29/3/2025). Aktivitas seperti berbelanja kebutuhan Lebaran, mengantarkan makanan dalam tradisi "Ater-ater," serta perjalanan mudik lokal terganggu akibat genangan air yang membuat akses jalan sulit dilalui.

Riska Ayu (22), salah seorang warga, mengatakan bahwa air mulai masuk ke desa sejak pukul 09.00 WIB, namun debit air meningkat drastis sekitar pukul 12.00 WIB hingga sore hari.

"Pagi tadi airnya masih setinggi mata kaki, tetapi sekarang sudah mencapai betis orang dewasa. Banyak yang ingin berbelanja kebutuhan Lebaran atau mengirim makanan ke saudara, tetapi akhirnya batal karena jalanan terendam banjir," ungkapnya.

Selain itu, sejumlah warga yang berencana berziarah atau menjalankan tradisi nyekar ke makam keluarga juga terpaksa membatalkan niat mereka karena area pemakaman ikut terendam.

"Banyak yang terpaksa berbalik arah karena sepeda motor tidak bisa melewati genangan air. Bahkan, beberapa kendaraan sempat mogok di tengah jalan," tambahnya.

Salah seorang warga lainnya, Zainal Muqorrobin dari Kecamatan Barat, juga mengaku harus membatalkan rencana nyekarnya.

"Akhirnya hanya bisa mendoakan dari rumah. Padahal sudah membeli bunga tabur untuk nyekar," ujarnya.

Sementara itu, tim gabungan dari BPBD Magetan, TNI/Polri, serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air Sungai Ulo yang dikhawatirkan kembali meluap.

Sudarsono, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan, melaporkan bahwa ketinggian air pada sore hari mencapai 60 hingga 80 sentimeter. Pihaknya mencatat sekitar 500 warga dari beberapa Rukun Tetangga (RT) terdampak, bahkan delapan rumah tergenang air.

Ia memperkirakan air akan surut secara bertahap seiring dengan berkurangnya curah hujan di wilayah Kabupaten Magetan.

"Banjir ini merupakan dampak dari luapan Sungai Ulo. Sekitar 400-500 warga terdampak, tetapi tidak ada yang harus dievakuasi. Kemungkinan air akan surut lebih lama karena di Kabupaten Ngawi juga terjadi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Madiun," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....