Buaya Muara Resahkan Warga, BBKSDA NTT Lakukan Evakuasi
- 25 Feb 2025 15:16 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur pada Senin (24/02/2025) pukul 13.54 Wita, merespons laporan warga masyarakat Desa Naibonat terkait kemunculan buaya di sekitar pemukiman warga. Tiga orang anggota Unit Penanganan Satwa (UPS) bersama personil BPBD Kabupaten Kupang segera menyisir lokasi yang dilaporkan terdapat buaya dengan melakukan persiapan penanganan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Keberadaan buaya muara yang berlokasi di kali pemukiman warga dinilai cukup berbahaya karena berpotensi menimbulkan korban oleh karena tingginya aktivitas warga setempat. Setelah melakukan assement lokasi, tim kemudian menggunakan dua jenis alat yaitu snar-bite dan harpoon.
Snar-bite merupakan peralatan yang terbuat dari kawat sling dengan mekanisme tertentu dan telah dipasang umpan untuk ditempatkan di lokasi target, sementara harpoon merupakan alat yang terbuat dari bagian gagang tombak dan mata tombak yang tersambung pada sebuah tali kecil yang berfungsi untuk menahan buaya setelah alat tadi tertancap pada bagian kulitnya atau pada bagian tertentu. Proses evakuasi buaya muara ini cukup memakan waktu, namun akhirnya dapat diamankan oleh petugas menggunakan pipa dan tali nouse.
Buaya muara ini teridentifikasi sebagai buaya jantan yang memiliki panjang 2,4 meter. Buaya ini kemudian diamankan di kandang penampungan sementara di BBKSDA NTT.
BBKSDA NTT sendiri mencatat, sejak 6 tahun terakhir, yaitu dari rentang waktu 2019 hingga awal tahun 2025, sebanyak 59 orang telah menjadi korban konflik dengan satwa liar buaya. Dari jumlah tersebut, 31 orang meninggal dan 28 lainnya mengalami luka serius dan cacat tubuh.
Adapun korban terbanyak berada di lima Kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur dan Lembata. Konflik ini biasa terjadi pada saat masyarakat melakukan aktivitas seperti memancing ikan, menangkap ikan dengan jaring atau pukat, memanah ikan, serta mandi atau mencuci dan mengambil air di sungai.
Menyikapi hal ini, BBKSDA menghimbau kepada seluruh masyarakat di NTT agar pada musim penghujan, dimana air sungai meluap, maka peluang buaya untuk memasuki sungai ke arah daratan atau hulu menjadi lebih besar, sehingga warga harus lebih waspada dan berhati-hati. Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak beraktifitas di lokasi-lokasi yang selama ini sudah diketahui menjadi habitat buaya, terlebih tempat itu sudah dipasang peringatan.
Jika warga terpaksa harus melakukan aktifitas seperti mandi, atau mencuci di sungai, diusahakan untuk membangun pagar pembatas untuk mencegah buaya mendekat, kemudian bagi para nelayan agar lebih berhati-hati saat menangkap ikan, dan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke lokasi wisata, terlebih dahulu memeriksa keamanan tempat yang dituju dengan menanyakan informasi dari warga sekitar. Bagi warga yang melihat keberadaan buaya di area publik, agar segera melaporkan kepda pemerintah atau kepolisian setempat dan juga dapat menghubungi BBKSDA NTT melalui Nomor Call Center: +6281138104999 atau Instagram: @bbksda_NTT. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....