Produksi Ikan Tangkap di Sikka Meningkat 13% pada 2024

  • 21 Feb 2025 12:53 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Produksi ikan tangkap di Kabupaten Sikka mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Hilarius Bangkur, S.Pi.,M.Pi, mengungkapkan bahwa produksi perikanan di wilayah tersebut mencapai lebih dari 27.000 ton, meningkat sekitar 13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencatatkan produksi sebesar 23.700 ton.

Dalam wawancara dengan RRI, Jumat (21/2/2025) Paulus menjelaskan bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk optimalisasi armada dan alat tangkap nelayan. “Jenis ikan tangkap yang dominan di Sikka meliputi ikan pelagis kecil seperti ikan layang, sarana, dan tongkol, serta ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalang. Selain itu, produksi ikan dasar seperti kakap merah juga mengalami peningkatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa selain ikan, sektor perikanan Kabupaten Sikka juga mencatat peningkatan produksi lobster hidup yang dikirim ke luar daerah serta hasil tangkapan lain seperti gurita. “Peningkatan produksi ini dipengaruhi oleh penggunaan alat tangkap yang lebih baik serta dukungan bantuan dari pemerintah,” tambahnya.

Mengenai daerah penangkapan, Paulus menyebutkan bahwa wilayah perairan yang menjadi lokasi utama bagi nelayan Sikka adalah Laut Flores dan Laut Sabu. Namun, ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya perikanan masih belum optimal. “Potensi perikanan kita sangat besar, tetapi nelayan masih menghadapi keterbatasan dalam hal armada dan alat tangkap. Sebagian besar nelayan masih menggunakan kapal dengan kapasitas di bawah 10 Gross Tonnage (GT),” katanya.

Ia menambahkan bahwa produksi ikan tangkap yang ada saat ini masih belum mencapai 25% dari potensi perikanan yang tersedia. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya lebih lanjut dalam meningkatkan kapasitas nelayan agar mampu menangkap lebih banyak ikan secara berkelanjutan.

Selain itu, perkembangan teknologi turut berkontribusi dalam peningkatan produksi perikanan di Sikka. “Saat ini, nelayan sudah mulai menggunakan kapal berbahan fiber glass yang produksinya telah dapat dilakukan secara mandiri di sentra-sentra nelayan. Ini memberikan dampak positif bagi peningkatan hasil tangkapan, khususnya ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalang,” jelasnya.

Tak hanya itu, penggunaan kapal purse seine yang berfungsi menangkap ikan pelagis kecil dan pengembangan sistem bagan untuk mendukung penangkapan ikan cakalang juga menjadi faktor pendukung peningkatan produksi. “Nelayan bagan sangat berperan dalam menyediakan umpan bagi nelayan pemancing cakalang, sehingga tercipta ekosistem yang saling mendukung dalam industri perikanan,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya produksi ikan tangkap ini, diharapkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Sikka dapat terus membaik serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....