Sagu, Jaga Ketahanan Pangan Daerah di Sangihe

  • 07 Jan 2023 16:27 WIB
  •  Tahuna

KBRN Tahuna : Sagu yang memiliki nama ilmiah Metoxylon, adalah tanaman sejenis kelapa atau palem ini di sejumlah daerah dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan pokok terutama di Pulau Papua, Kepulauan Maluku, dan berbagai wilayah lainya termasuk di wilayah paling utara Kepulauan Sangihe.

Sebelum menjadi Sagu atau tepung Sagu akan melampaui proses pengolahannya yakni pemisahan dari serat batang pohon dengan cara di redam dan didiamkan selam kurang lebih 1 minggu.

“Untuk pembuatan Sagu ini diperluhkan waktu kurang lebih 1 minggu dari awal baru menjadi seperti tepung,” ungkap Om Ulu warga Kampung Kalurae, salah satu Kampung di wilayah Kecamatan Tabukan Utara yang ditempuh kurang lebih 1 Jam dari Ibukota Kabupaten.

Dalam proses pengolahan tepung sagu diperoleh dari serat di batang pohon yang memiliki batang dengan panjang 7-25 meter, yang didalamnya terdapat serat kaya karbohidrat. Tepung sagu didapat dari bagian dalam batang, yang dikeluarkan dengan cara di giling menggunakan mesin atau dipukul menggunakan batang kayu khusus, yang kemudian disaring dan dibersihkan.

“Kalau sekarang untuk pengolahan sagu ini sudah lumayan mudah sebab ada mesin, dibelah beberapa bagian kemudian di giling menjadi serat-serat sagu lalu di pisahkan di air mengalir kemudian di rendam. Kalau dulu sebelum ada mesin kami menggunakan kayu yang dibuat sedemikian rupa pakai penyangga besi dibagian pemukul.”

Di Kabupaten Sangihe proses pembuatan tepung sagu masih dilakukan secara manual atau tradisional melalui proses perendaman untuk memisahkan air dari sagu. Selama kurang lebih 1 malam. Sebelum melampaui proses perendaman sesungguhnya tahapan awal mulai dari memotong pohon sagu kemudian dibagi beberapa bagian selanjutnya digiling menggunakan mesin sehingga menjadi bagian-bagian halus serat pohon sagu.

Di Sangihe, masyarakat yang memproduksi tepung sagu tergolong sedikit meski ditengah peningkatan permintaan pasar yang sangat tinggi, olehnya berdampak terhadap harga jual tepung sagu dipasaran ikut melonjak.

“Sebenarnya usaha membuat Sagu ini sangat jelas pasarnya dan kalau di geluti dapat mendatangkan keuntungan sebab permintaan sangat tinggi,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sangihe Abdul Rifai Mahdang, SH.

Dengan kondisi permintaan pasar yang tinggi tentu pengusaha tepung sagu sangat diuntungkan.

“Saya kira kalau usaha pembuatan Sagu ini digeluti akan memberikan keuntungan bagi masyarakat dan yang terpenting di saat ada krisis pangan, sagu menjadi pilihan pangan local.”

Dari hasil produksi sagu masyarakat yang juga berprofesi sebagai petani dapat menghasilkan jutaan rupiah untuk keluarganya dengan waktu produksi kurang dari 1 minggu. Tepung sagu selain di jadikan bahan makan, masyarakat juga membuat bermacam-macam olahan kue berbahan baku sagu diantaranya yang menjadi ciri khas sangihe kue bagea dan jenis lainnya sebagai industri rumahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....