Pemkot Mojokerto Prioritaskan Penanganan Tragedi Pantai Drini
- 28 Jan 2025 18:25 WIB
- Surabaya
KBRN, Mojokerto: Pemerintah Kota Mojokerto memberi perhatian serius terhadap kecelakaan laut di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Selasa pagi (28/01/2025). Insiden ini menewaskan tiga siswa SMPN 7 Kota Mojokerto, sementara satu lainnya masih hilang akibat terseret ombak.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, menyatakan Pemkot Mojokerto telah menggerakkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) serta Dinas Kesehatan untuk menangani situasi. "Kepala Dispendikbud bersama Dinkes telah menuju Yogyakarta guna berkoordinasi dengan tim SAR dan pihak terkait," ungkap Ali Kuncoro melalui keterangan tertulis, Selasa (28/1/2025).
Ali Kuncoro menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. "Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya dan berharap keluarga korban diberi kekuatan. Semoga korban yang masih dirawat segera pulih," ujarnya.
Rombongan siswa diketahui tiba di Pantai Drini sekitar pukul 04.00 WIB. Sekitar pukul 06.30 WIB, para siswa bermain di pantai sebelum kejadian nahas terjadi. Tim SAR menerima laporan adanya wisatawan terseret gelombang laut selatan. Dari 13 siswa yang terkena dampak, 9 berhasil diselamatkan, 3 ditemukan meninggal dunia, dan 1 masih hilang.
"Dari total 257 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, 13 siswa terseret ombak. Saat ini, korban luka-luka dirawat intensif di RSUD Saptosari," jelas Ali Kuncoro.
Pemkot Mojokerto juga meminta pihak sekolah untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan siswa di luar daerah. "Evaluasi ini penting untuk mencegah tragedi serupa di masa depan," katanya.
Pantai Drini dikenal memiliki gelombang tinggi yang berbahaya, terutama saat musim tertentu. Informasi terkait keselamatan dan potensi risiko di lokasi wisata laut dinilai perlu diperhatikan secara serius oleh penyelenggara kegiatan.
Tim SAR setempat melanjutkan pencarian korban yang masih hilang hingga berita ini diturunkan. Dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan.
Pemkot Mojokerto juga menginstruksikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. "Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu keluarga korban melewati masa sulit ini," ujar Ali Kuncoro.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....