Hikmah Peringatan Isra Miraj bagi Umat Muslim

  • 27 Jan 2025 12:29 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Isra Miraj adalah peristiwa spiritual penting dalam Islam yang sarat hikmah mendalam. Ustazah Haniah, pimpinan pesantren dan panti asuhan Mitra Arafah Surabaya, menegaskan bahwa peristiwa ini mengandung pelajaran berharga tentang iman dan spiritualitas.

"Isra Miraj bukan hanya seremoni, tetapi momen bersejarah penuh hikmah bagi umat muslim," ujarnya saat tausiyah dalam program Mutiara Pagi, Senin (27/1/2025). Menurutnya, perjalanan Nabi Muhammad SAW ini dibagi menjadi dua bagian utama: Isra, perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan Miraj, perjalanan spiritual ke Sidratul Muntaha.

Haniah menjelaskan, inti dari Isra Miraj adalah perintah salat lima waktu yang diberikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. "Salat adalah pilar utama Islam dan bentuk komunikasi hamba dengan Allah SWT," ungkapnya. Dalam peristiwa ini, umat Islam diajarkan kedisiplinan, keikhlasan, dan ketekunan dalam menjalani kehidupan.

Mengutip Surat Al-Isra ayat 1, ia menambahkan bahwa peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah. "Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya," katanya, menegaskan bahwa Isra Miraj adalah bentuk penguatan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW.

Haniah juga menyebut peristiwa ini sebagai bentuk penghiburan dari Allah untuk menguatkan mental Nabi di tengah tantangan dakwah. "Ini bukti bahwa Allah selalu memberikan kekuatan dan pertolongan di balik setiap ujian," ujarnya.

Isra Miraj, lanjutnya, relevan dengan kehidupan modern. Nilai kedisiplinan, kebersihan, dan keikhlasan yang diajarkan, dapat menjadi panduan menghadapi tantangan hidup masa kini.

"Peristiwa ini mengajarkan bahwa iman kepada Allah SWT harus selalu menjadi landasan utama," terang Haniah. Ia berharap umat Islam mampu mengambil pelajaran dari peristiwa ini untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Isra Miraj tetap menjadi pedoman, tidak hanya bagi umat Islam masa lalu, tetapi juga bagi generasi sekarang. Pelajaran ini, menurut Haniah, adalah penegasan bahwa setiap individu harus menjaga hubungan dengan Allah dalam segala kondisi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....