Tahun Yubileum 2025: Momen Pembaruan Spiritual dan Pengampunan Dosa

  • 09 Jan 2025 12:04 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Tahun Yubileum atau yang dikenal dengan nama tahun “Yobel” dalam tradisi Yahudi adalah Tahun kelima puluh dan pelaksanaannya berdekatan dengan perayaan Tahun Perdamaian. Tahun Yobel identik dengan pembebasan para budak, dan pembebasan hutang. Pada Tahun 1470 Paus Paulus II mengubahnya menjadi perayaan setiap 25 tahun meskipun Paus dapat mengadakan Tahun Yubileum Luar Biasa, seperti pada Tahun Kerahiman 2016. Dalam tradisi Katolik, Tahun Yubileum merupakan waktu untuk pembaruan spiritual, penebusan dosa, dan perbuatan amal kasih. Perenungan tentang Tahun Yubelium sebagai Momen Pembaruan Spiritual dan Pengampunan Dosa ini disampaikan oleh Zakarias Paus Tola, S.Fil. Penyuluh Agama Katolik pada Bidang Urusan Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT dalam Acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kupang (Kamis, 9/1/2025).

"Perayaan tahun Yubileum ini kita mau merenungkan dan mengenangkan secara intens kerahiman dan kebaikan Allah bagi kita manusia pendosa sebagaimana pada zaman dahulu para raja dan penguasa akan mengampuni para hamba dan hutang-hutang mereka, demikian juga pada tahun Yubileum ini kita meyakini bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita" Kata Zakarias.

Lebih lanjut disampaikan, Pada Tahun Yubileum, umat Katolik diajak untuk mengalami pengampunan dosa melalui indulgensi. Indulgensi sendiri merupakan penghapusan hukuman sementara atas dosa yang telah diampuni melalui Sakramen Rekonsiliasi. Konsep ini menunjukkan bagaimana kerahiman Allah tidak mengenal batas, dan memberi kesempatan bagi umat untuk mengalami pembaruan diri secara penuh. Indulgensi adalah sarana untuk menghidupkan kembali sifat tak terbatas dari kerahiman Tuhan yang memberikan pengampunan sepenuhnya.

"Untuk memperoleh indulgensi penuh pada Tahun Yubileum 2025, ada beberapa cara yang dapat dilakukan umat Katolik. Salah satunya adalah dengan berziarah ke tempat-tempat suci yang telah ditentukan oleh Uskup setempat. Di Keuskupan Agung Kupang, dua tempat yang ditetapkan sebagai tempat ziarah pada tahun ini adalah Gereja Katedral Kupang dan Taman Ziarah Oebelo. Ziarah ini menjadi momen penting bagi umat untuk merasakan kedekatan dengan Tuhan dan memperoleh indulgensi." lanjut Zakarias

Selain berziarah, umat juga dapat memperoleh indulgensi dengan menerima Sakramen Tobat atau Pengampunan Dosa selama Tahun Yubileum. Umat Katolik diajak untuk tekun mengikuti Misa Kudus pada hari Minggu dan Hari Raya yang disamakan dengan Hari Minggu. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk memperbarui komitmen iman mereka dan memperdalam relasi dengan Tuhan.

Kemudian mendoakan intensi Bapa Paus, dipenuhi dengan doa Bapa Kami, Salam Maria dan doa lain yang sesuai dengan kesalehan dan devosi atau ungkapan kasihnya dan melakukan perbuatan amal serta belas kasih dengan mengunjungi saudara-saudari yang membutuhkan atau sedang dalam kesulitan (orang sakit, tahanan, lansia yang kesepian, saudara/i yang difable). (LR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....