Peningkatan Kualitas Kopi Flores Lewat Pelatihan Pemangkasan

  • 08 Jan 2025 12:16 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat : Kopi Flores, dengan cita rasanya yang khas, telah lama menjadi komoditas unggulan Indonesia. Meskipun memiliki potensi besar, produksi kopi di Pulau Flores masih menghadapi kendala serius, terutama terkait dengan usia tanaman yang tua dan kurangnya penerapan teknik pemangkasan yang tepat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan bahwa luas perkebunan kopi di NTT mencapai 25.896 hektar. Pada tahun 2021, produksi kopi di NTT tercatat 3.209 ton, dengan hampir 85 persen berasal dari Pulau Flores. Namun, meski ada peningkatan, produktivitas kopi NTT masih tergolong rendah, yakni hanya 331 kg per hektar pada tahun 2021.

Masalah utama yang dihadapi petani kopi di Flores adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknik budidaya yang baik, termasuk pemangkasan tanaman kopi yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Pemangkasan yang dilakukan dengan benar dapat memperpanjang umur ekonomis tanaman, meningkatkan hasil panen, serta mempermudah pemeliharaan tanaman.

Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Yayasan Parapuar Lingko Nusantara (YPLN) melalui program YPLN Academy melakukan pendampingan dan pelatihan bagi petani kopi Flores. Salah satu program unggulan saat ini adalah pelatihan teknik pemangkasan tanaman kopi.

Ketua Yayasan Parapuar Lingko Nusantara, Yakobus Stefanus Muda, Selasa (8/1/2025) menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas kopi Flores sehingga dapat bersaing di pasar internasional.

“Melalui program penguatan petani kopi, kami berharap kualitas kopi Flores dapat terus meningkat dan semakin memiliki ketahanan di pasar internasional. Dengan demikian, kopi Flores tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi petani, tetapi juga dapat menjadi aset penting bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan ekonomi,” ujar Yakobus.

Meskipun produksi kopi NTT mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, namun produktivitasnya masih rendah karena belum diterapkan praktik budidaya yang baik dan benar. Oleh karena itu, pelatihan teknik pemangkasan yang dilakukan oleh YPLN diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi Flores, serta membantu para petani untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.

Dengan adanya upaya kolaboratif seperti ini, diharapkan kopi Flores dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya bermanfaat bagi petani lokal, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....