Mengelola Air Hujan, Solusi Berkelanjutan untuk Pertanian Produktif
- 09 Des 2024 16:01 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Air merupakan kebutuhan utama dalam pertanian, namun keberlanjutan ketersediaannya sering menjadi tantangan. Direktur Paskomnas Indonesia, Ir. Soekam Parwadi, menegaskan pentingnya pengelolaan air hujan sebagai solusi berkelanjutan untuk mendukung produktivitas sektor pertanian di Indonesia.
Menurutnya, air hujan merupakan sumber daya yang melimpah dan sangat berpotensi jika dikelola dengan baik. “Pertanian tidak bisa lepas dari air. Ketersediaan air sangat bergantung pada siklus hidrologi. Namun, saat ini kita menghadapi tantangan besar karena banyak masyarakat yang merusak cadangan air di bumi, sehingga muncul berbagai bencana,” ungkapnya kepada RRI, Senin (09/12/2024).
Kunci utama untuk mempertahankan air di dalam tanah adalah melalui upaya penghijauan. Soekam menyarankan masyarakat untuk menanam pohon atau tanaman yang mampu mengikat air dan menyimpan cadangan air di dalam tanah. Di kawasan perumahan, penting untuk menyediakan minimal 30% lahan sebagai area resapan.
Selain itu, program penghijauan dan teknologi modern untuk efisiensi air juga harus digalakkan. Misalnya, distribusi air tetes untuk pertanian yang menyesuaikan kebutuhan spesifik tanaman, sehingga meminimalkan pemborosan air.
Ia juga menjelaskan bahwa metode konvensional seperti pembuatan embung dan bendungan masih sangat relevan untuk menahan dan menyimpan air hujan. “Gerakan pembuatan embung ini perlu digalakkan, terutama di wilayah pertanian. Jika dilakukan secara masif dan bersama-sama, dampaknya akan sangat besar, tanpa harus selalu bergantung pada pemerintah,” tambahnya.
Selain embung, teknologi modern seperti sistem terasering dan sumur resapan juga menjadi solusi jangka panjang untuk mempertahankan air di dalam tanah.
Meskipun banyak masyarakat telah memahami pentingnya pengelolaan air hujan, implementasinya masih kurang. Ia menekankan perlunya edukasi dan inisiatif mandiri dari masyarakat untuk menjaga cadangan air. “Kita harus bergerak bersama, mulai dari lingkungan terkecil seperti rumah tangga hingga skala besar seperti komunitas petani,” katanya.
Pengelolaan air hujan bukan hanya tentang keberlanjutan, tetapi juga tentang menciptakan ketahanan pangan bagi masyarakat. Dengan langkah proaktif seperti penghijauan, pembuatan embung, dan penerapan teknologi irigasi modern, pertanian produktif yang berkelanjutan dapat terwujud.
“Pengelolaan air hujan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi antara masyarakat, petani, dan pemerintah, kita dapat memastikan masa depan pertanian yang lebih baik,” terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....