BPBD Jember Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

  • 17 Nov 2024 23:38 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem. Sesuai prakiraan Badan Metologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Jember telah memasuki musim hujan dan seringkali disertai angin kencang.

Kepala BPBD Jember, Widodo Julianto, mengatakan ada beberapa potensi bahaya yang perlu diwaspadai, salah satunya pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi pengguna jalan. Menanggapi hal ini, BPBD telah mengkoordinasikan upaya kesiapsiagaan dengan berbagai pihak.

"Seperti Destana, relawan TNI, Polri, serta lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, kami juga melakukan perempesan pohon dan tingkatkan koordinasi dengan pihak BPJN selaku pengampu dari jalan nasional untuk terlibat juga di sini," kata Widodo kepada RRI, Minggu (17/11/2024).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar atau banner yang berisiko roboh saat diterpa angin kencang. Kondisi ini bisa sangat berbahaya, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Beberapa laporan menunjukkan adanya kerusakan akibat cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan menyebabkan kerugian material. Selain itu, angin kencang juga merobohkan sebuah tempat pekerja tembakau dan mengakibatkan korban jiwa.

"Ada juga kejadian pohon tumbang di area persawahan yang mengakibatkan korban mengalami patah tulang. Kalau potensi banjir, mulai awal tahun dan tahun kemarin itu sifatnya hanya banjir genangan," kata dia.

"Untuk itu, kami mengimbau bila hujan angin, jangan mendekati pohon besar. Karena kita tidak tahu kondisi pohon itu seperti apa," tambahnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca Jember pada 18-24 November 2024 diprediksi akan cenderung berawan tebal, dengan potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama di siang hingga sore hari dan menjelang malam.

Fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang melintasi Jawa Timur dalam sepekan ke depan akan meningkatkan pertumbuhan awan penghujan. Suhu permukaan laut yang hangat di perairan sekitar Jawa Timur, juga mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer.

Kondisi tersebut memperburuk potensi hujan lebat. BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, petir, dan angin kencang, selama sepekan ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....