Drainase Buruk, 'Biang Kerok' Banjir di Kota Sukabumi

  • 07 Nov 2024 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Banjir limpasan melanda 47 titik kejadian di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa (5/11/2024). Banjir disebabkan selain hujan dengan intensitas tinggi juga buruknya drainase yang tersumbat sampah sehingga aliran air hujan tidak lancar.

"Bukan banjir bandang tetapi banjir limpasan karena saluran tersumbat sehingga air tidak mengalir ke sungai. Air melimpas sehingga masuk ke rumah warga," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Novian Rahmat dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, seperti dikutip pada Kamis (7/11/2024).

Banjir mengakibatkan 118 warga mengungsi ke rumah tetangga, kerabat dan masjid, kemudian rumah rusak berat enam unit. Selanjutnya 30 unit rumah rusak ringan, satu rumah roboh.

Banjir juga merusak fasilitas umum seperti tiga unit masjid rusak, dua unit sekolah rusak dan dua unit pondok pesantren rusak. Novian mengatakan perbaikan rumah rusak akan menjadi kewenangan Dinas PUPR.

BPBD membantu warga membersihkan rumah dari material lumpur sehingga layak ditinggali. Warga yang mengungsi telah pulang ke rumah masing-masing dan menyisakan 53 orang yang masih bertahan di pengungsian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi membantu warga membersihkan rumah di Kelurahan Karang Tengah, Rabu (6/11/2024). (Foto: BPBD Kota Sukabumi).

Novia mengatakan, saat kejadian intensitas hujan cukup lama mulai pukul 15.00WIB hingga pukul 21.00 WIB. Air sungai tidak mampu menampung debit air hujan dan menerjang rumah warga.

Pihaknya bersama instansi terkait akan menginventarisasi drainase sehingga pemeliharaan lebih maksimal. Selanjutnya normalisasi sungai agar mampu menampung debit air ketika hujan deras.

Kota Sukabumi rawan bencana alam karena selain banjir besar, secara bersamaan terjadi bencana alam lainnya. BPBD Kota Sukabumi mencatat longsor terjadi pada sepuluh titik, pohon tumbang dua kejadian dan tanggul jebol tiga titik kejadian.

BPBD memastikan tidak ada korban baik korban luka maupun meninggal atas serangkaian bencana alam tersebut. Warga diimbau untuk tetap siaga dan waspada atas bencana alam alam hidrometeorologi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....