Konflik Adonara Barat Pj.Gubernur Minta Masyarakat Tidak Anarkis
- 26 Okt 2024 16:59 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Konflik yang terjadi antara Desa Bugalima dan Desa Ile Pati akibat persoalan sengketa lahan di kedua desa tersebut, Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P. meminta masyarakat tidak anarkis seperti aksi pembakaran rumah dan tindakan kekerasan terhadap sejumlah warga yang terjadi pada Senin, (21/10).
Andriko mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna penyelesaian kejadian tersebut.
“Sekali lagi saya mengharapkan masyarakat untuk menyelesaikan cara yang baik dan kooperatif. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras untuk mengendalikan persoalan ini, sehingga kita berharap dapat segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Nanti akan kami lakukan identifikasi di lapangan untuk mendapatkan gambaran situasi yang lebih detail sehingga penyelesaian persoalannya juga semakin tepat,” kata Andriko, Sabtu (26/10/2024).
Andriko mengatakan, Pemprov NTT merasa prihatin dengan aksi kerusuhan yang terjadi di Kecamatan Adonara Barat, Andriko juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk segera melakukan kordinasi yang dibutuhkan dengan Forkopimda dan OPD di Kabupaten Flores Timur.
“Jadi kita harapkan juga masyarakat menahan diri, tenang, nanti beberapa persoalan-persoalan hukum akan kita selesaikan dengan baik. Jadi jangan menggunakan kekerasan sebagai dasar untuk menyelesaikan persoalan karena yang terjadi persoalan tidak akan selesai tetapi justru menambah persoalan baru,” ujar Andriko.
Ia menambahkan, menjelang Pilkada Serentak Tahun 2024 ini diharapkan kejadian tersebut dapat segera diselesaikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak merugikan ataupun menjadi hambatan proses Pilkada Serentak Tahun 2024 di wilayah Flores Timur maupun di NTT.
“Kita akan melakukan pendalaman terkait dengan hal- hal yang harus kita segera lakukan karena kita tidak berharap konflik horizontal ini kemudian menjadi meluas dan menimbulkan persoalan yang lebih berat dikendalikan dan diselesaikan,” jelas Pj. Gubernur Andriko.
Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P. bertolak dari Kota Kupang ke Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur pada hari ini Selasa, (22/10) pukul 14.00 WITA dengan menggunakan KMP (Kapal Motor Penyebrangan) Ranaka dalam rangka meninjau lokasi kerusuhan. (CS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....