Kelangkaan Minyak Tanah Melanda Kota dan Kabupaten Kupang

  • 13 Okt 2024 11:42 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Kota Kupang dan Kabupaten Kupang menghadapi masalah serius kelangkaan minyak tanah. Terpantau RRI pada, Minggu (13/10/2024) masih saja langka atau susah di temui di pasaran. Masyarakat, terutama ibu rumah tangga, merasakan dampak dari krisis ini, di mana harga minyak tanah di pedagang kaki lima telah mencapai 13 ribu rupiah untuk 1,5 liter, setara dengan satu botol air mineral besar.

Kenaikan harga ini membuat banyak warga kesulitan mendapatkan bahan bakar yang menjadi kebutuhan pokok mereka. Yati, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Kupang, mengungkapkan keluhannya tentang sulitnya mendapatkan minyak tanah.

Ia telah berkeliling mencari di kios-kios pinggir jalan, tetapi pangkalan resmi sudah lama kosong. "Sekitar satu bulan terakhir, minyak tanah langka baik di kota maupun kabupaten Kupang," ucapnya.

Situasi ini semakin mempersulit kehidupan sehari-harinya dan banyak keluarga lainnya. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.

Yati meminta agar pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat pendistribusian minyak tanah ke pangkalan-pangkalan yang ada. "Kami sangat membutuhkan solusi cepat agar kami tidak lagi kesulitan mencari minyak tanah," tambahnya.

Selain itu, Yati juga mengharapkan agar pangkalan-pangkalan tidak menimbun minyak tanah atau melayani orang-orang tertentu saat pasokan kembali masuk dari Pertamina. "Kami ingin semua orang mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh minyak tanah," katanya.

Kebijakan yang adil diperlukan untuk memastikan distribusi yang merata di tengah kelangkaan ini. Kondisi ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah daerah yang berjanji untuk mencari solusi.

Masyarakat berharap agar langkah-langkah segera diambil agar situasi ini tidak berlanjut. Mereka ingin melihat adanya peningkatan pasokan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi minyak tanah.

Dampak dari kelangkaan ini bukan hanya dirasakan dalam hal ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Tanpa minyak tanah, banyak aktivitas rumah tangga yang terhambat.

Kini, semua mata tertuju pada pemerintah dan Pertamina untuk segera mengatasi masalah ini demi kesejahteraan masyarakat kota maupun kab. Kupang. (AN)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....