Video Asusilanya, Warga Tuntut Oknum Perangkat Desa Diberhentikan
- 12 Okt 2024 06:14 WIB
- Palembang
KBRN, Banyuasin: Warga Desa Rimba Alai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video asusila berdurasi 3 menit yang diduga melibatkan seorang pejabat desa. Oknum tersebut diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan di Kantor Desa Rimba Alai, berinisial BS. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria melakukan aksi tak senonoh saat berkomunikasi dengan seorang wanita melalui video call. Jumat (11/10/2024)
Warga desa segera bereaksi keras dan mendesak agar BS mundur dari jabatannya. Mereka merasa tindakan ini telah mencoreng nama baik desa.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Rimba Alai, Akhyar, mengungkapkan bahwa keresahan warga terkait permasalahan tersebut sebelumnya telah diangkat dalam Musyawarah Desa. Akhyar menegaskan bahwa masalah ini sudah diketahui oleh banyak pihak, termasuk masyarakat desa. Namun, respons dari pihak kepala desa, Rahmat, dinilai kurang tanggap terhadap keluhan tersebut.
Dalam musyawarah desa, Akhyar menyampaikan masalah yang sudah lama dibicarakan oleh masyarakat. Namun, hingga tiga minggu setelah musyawarah, belum ada tindakan konkret dari pihak terkait.
"Masyarakat sudah tahu semua, ini bukan rahasia lagi. Tapi masalah ini seakan-akan ditunda, padahal masyarakat menuntut penyelesaian segera", ungkap Akhyar.
Ia juga menyebutkan bahwa video terkait masalah ini telah beredar di masyarakat, dan diketahui vidio tersebut berasal dari Rahmat, Kepala Desa Rimba Alai. Namun, hingga saat ini, tindakan tegas belum dilakukan oleh Kepala Desa.
"Video itu kami diperlihatkan oleh Pak Kades", tambahnya.
Masyarakat Desa Rimba Alai berharap agar oknum yang terlibat segera mengundurkan diri atau diberhentikan oleh kepala desa. Menurut Akhyar, tuntutan warga jelas, pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan yang dinilai melanggar norma.
"Tuntutan warga jelas, minta maaf kepada warga, mengundurkan diri atau diberhentikan oleh kades", tegasnya.
Dalam video yang beredar, pria yang diduga BS terlihat tanpa busana melakukan aktivitas vidio call bersama seorang wanita, lalu melakukan tindakan tidak senonoh. Video tersebut kemudian tersebar luas, memicu kemarahan dan kekecewaan warga setempat.
Ketika dikonfirmasi, BS berdalih bahwa dirinya adalah korban penyebaran video tanpa izin. Ia menyatakan bahwa video tersebut direkam secara spontan dan dirinya tidak mengenal wanita dalam video tersebut secara personal, hanya melalui media sosial. BS juga menambahkan bahwa kejadian ini sudah lama terjadi, sekitar dua tahun lalu, dan mengklaim bahwa video tersebut disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta menyebut bahwa ada pihak yang tidak senang dengannya yang berada di balik penyebaran video tersebut.
“Saya tidak tahu siapa yang merekamnya. Kejadiannya sudah lama, hampir dua tahun yang lalu, dan saya kenal perempuan itu melalui Facebook”, ungkap BS, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.
Meskipun demikian BS juga mengaku bahwa dirinya menikmati aktivitas vidio call tersebut. Namun, dirinya berasumsi bahwa peristiwa yang menimpa dirinya adalah tindakan penipuan yang sering terjadi di media sosial.
"Saya dan tim hukum berasumsi bahwa ada orang yang berada di dalam lapas memang sengaja ingin melakukan penipuan. Memang spontan saya melakukan itu seperti dihipnotis, mungkin saja orang yang melakukan VC bersama saya itu sebenarnya seorang pria yang memutarkan rekaman vidio wanita telanjang", jelasnya.
Sementara itu, warga terus mendesak pemerintah desa untuk mengambil tindakan tegas terkait masalah ini demi menjaga nama baik desa dan kepercayaan masyarakat. (Maulana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....