Ketupat Merupakan Prasarana Ritual Keagamaan Suku Dayak Kalteng
- 09 Okt 2024 15:42 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Di tengah keberagaman adat dan tradisi suku Dayak di Kalimantan Tengah, ketupat memiliki peran penting dalam berbagai ritual keagamaan dan adat istiadat.
Lebih dari sekadar makanan, ketupat menjadi simbol spiritual yang mencerminkan keharmonisan dengan alam, hubungan dengan leluhur, serta permohonan berkah dari Yang Maha Kuasa.
Ketupat menjadi bagian dari sesaji yang disiapkan bersama makanan lainnya. Anyaman ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda melambangkan jalinan erat antara manusia, alam, dan para leluhur.
Ketupat disusun dengan rapi di altar upacara sebagai persembahan kepada para roh dan leluhur, dengan harapan mendatangkan keberkahan dan kesejahteraan bagi komunitas.
Salah seorang warga Palangka Raya yang sering membuat ketupat untuk prasarana ritual, Linda mengatakan, bentuk ketupat yang teranyam dari daun kelapa memiliki makna simbolis yang mendalam bagi masyarakat Dayak. Rabu, (9/10/2024).
"Bagi kami, anyaman ketupat melambangkan kompleksitas kehidupan yang penuh liku, namun tetap tersusun secara harmonis. Tiap simpul dan lipatan dalam ketupat menggambarkan keterikatan antara manusia, alam, dan dunia spiritual, yang harus dijaga agar tetap seimbang," ujarnya.
Selain sebagai bagian dari ritual keagamaan, ketupat juga menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam. Dalam upacara adat yang berkaitan dengan pertanian, Pakanan Batu dan Manyanggar, ketupat digunakan sebagai persembahan kepada roh-roh penjaga hutan dan sawah.
Masyarakat Dayak percaya bahwa dengan mempersembahkan ketupat, mereka menunjukkan rasa hormat kepada alam yang telah memberikan hasil panen melimpah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....