Cerita Kopi Java Wilis, Dari Wilis Menuju Rusia

  • 27 Sep 2024 21:27 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Java Wilis, kopi khas yang berasal dari kaki Gunung Wilis, memulai perjalanannya yang menakjubkan dari roastery sederhana di tahun 2017, hingga berhasil menembus pasar internasional seperti Rusia. Cerita ini bermula dari semangat dan kerja keras Suwito, sang pemilik, yang memulai usaha kopi dari alat sederhana yang disebut kreweng. “Awalnya, sering gosong, bahkan sampai ke areng. Saya coba pakai teflon, dan akhirnya beli mesin sendiri. Semua saya pelajari secara otodidak,” ujar Suwito, Kamis (26/9/2024).

Pada tahun 2018, titik balik terjadi ketika Java Wilis mengikuti pameran internasional di Thailand dan Bangkok, yang kemudian membuka pintu menuju pasar Rusia. “Di tahun yang sama, kopi kami berhasil masuk ke Moskow,” tambahnya.

Meski begitu, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Ketika Suwito mengikuti pameran di Amerika Serikat, ia merasa tertantang oleh permintaan yang tinggi dan kemampuan stok yang terbatas. “Saya merasa kecil dan minder, karena tidak bisa memenuhi permintaan stok yang besar. Itulah yang membuat saya yakin harus kembali memperkuat produksi dari hulu,” ujarnya.

Namun, tantangan semakin berat ketika pandemi COVID-19 melanda di tahun 2020, menyebabkan Java Wilis vakum sementara. Baru pada 2023, produksi kembali berjalan stabil hingga sekarang.

Suwito menyebutkan bahwa Java Wilis menanam berbagai varietas kopi seperti Arabica, Robusta, Excelsa, dan Liberica. Tantangan terbesar datang dari proses produksi di hulu. “Di hulu itu berat sekali. Operasionalnya tinggi dan perjalanan kopi dari hulu ke hilir sangat panjang,” jelasnya.

Suwito berharap bahwa kopi Java Wilis dapat dikenal oleh masyarakat luas, terutama di Indonesia. “Kami berharap masyarakat Wilis sadar akan potensi luar biasa dari kopi ini,” ujarnya.

Dari sisi rasa, Arabica Java Wilis memiliki karakteristik yang khas. “Rasanya bold, ada taste coklatnya, sweet, acid-nya nyaman, dan after taste-nya sweet. Yang unik itu coklat manisnya dari kopi ini, karena sangat jarang ditemukan,” tutup Suwito.

Perjalanan panjang Java Wilis membuktikan bahwa dengan ketekunan dan inovasi, kopi lokal mampu bersaing di pasar global, membawa kebanggaan bagi Indonesia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....