Sejumlah Kawasan di Papua Selatan Sering Krisis Air Minum
- 24 Mei 2024 13:14 WIB
- Merauke
KBRN,Merauke:Sejumlah kawasan di Provinsi Papua Selatan hingga saat ini masih mengalami krisis air minum khususnya pada musim-musim tertentu.Potensi Krisis air minum di Provinsi Papua selatan ini sering terjadi di pesisir Kabupaten Asmat hingga Pulau Kimaam Kabupaten Merauke.
Potensi Krisis Air minum di pesisir Provinsi Papua Selatan ini dibenarkan Kepala Sub Bagian Umum dan Tata Usaha Balai Wilayah Sungai ( BWS )Papua Merauke Mezaac Elias Tomasila dalam Dialog Word Water Form (WWF) LPP RRI Merauke Rabu,22/5/2024.Ia menyebut potensi krisis air minum ini lasim terjadi di pesisir wilayah selatan Papua meskipun Papua Selatan memeiliki cukup banyak sungai besar.
"Kita punya potensi air yan sangat besar yang bersumber dari sungai Maro, Sungai Kumbe dan Sungai Digul namun pemanfataan menjadi sumber air minum belum dikelolah optimal karena ada parameter tertentu serta kendala teknis lainya." ungkap Mezaac Tomasila.
Mezaac mengungkapkan,pemanfaatan sungai untuk kebutuhan air baku selama suda terpenuhi sehingga untuk kebutuhan air bersih, BWS Bersama pemerintah daerah setempat melakukan berbagai inovasi dengan pemanfaatan sarana teknologi. Diantaranya dengan pembangunan sumur dalam dan recervoir.
Untuk kabupaten Asmat, BWS telah membangun sekitar 10 hingga 15 sumur dalam serta empat recervoir di empat distrik dengan kapasitas volume tampung 1.000 Meter Kubik.Empat distrik di kabupaten asmat yang telah dibangun recervoir itu masing-masing Distrik Agats, Sawaerma, Kamur dan Distrik Atsj.
Selain Kabupaten Asmat, sejumlah distrik di Kabupaten Merauke yang sering krisis air minum adalah Distrik kimaam,Distrik Waan,Distrik Tabonji,Distrik kontuar dan Distrik Padua. Selain itu beberapa distrik lainya yang perlu perhatian terkait air bersih dan baku diantaranya Distrik ilwayab,Distrik Ngguti,Distrik Tubang dan Distrik Kaptel.

Kepala Distrik Waan Viktor menerima bantuan air minum yang salurkan Balai Wilayah Sungai (BWS)Papua Merauke.Foto:Doc BWS Papua Merauke.
Mezaac Elias Tomasila juga menjelaskan terkait kekeringan yang terjadi di bulan Nopember tahun 2023 di 3 kampung di Distrik Waan yaitu kampung Tor, Kladar dan Sabon. BWS Papua Merauke menurut Mezaac, melaksakanan tanggap darurat dengan mengirimkan 300 Galon air Lee Mineral yang diterima langsung oleh Kepala Distrik Waan Viktor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....