Karna Sobahi Sosok Inspiratif Warga Majalengka

  • 18 Mar 2024 18:00 WIB
  •  Cirebon

Ditulis Oleh: Nida Aminaturrizqi (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB University)


KBRN, Majalengka: Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd., atau yang akrab dipanggil Karna Sobahi ini adalah seorang tokoh inspiratif yang lahir pada 3 April 1954 (69 tahun).

Seorang ayah 5 anak sekaligus kakek dari 12 cucunya sukses membuat masyarakat Majalengka bangga karena kinerjanya. Tidak hanya membuat Majalengka semakin maju, Karna Sobahi pun berhasil mendidik anak-anaknya.

Karna Sobahi, seseorang yang tumbuh di sebuah desa di Majalengka dan memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan di sekolah dasar (SD) hingga SLTA di Malausma, Majalengka yang merupakan tanah kelahirannya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SLTA, Karna Sobahi merantau ke Bandung untuk menempuh pendidikan Sarjana hingga Doktoral. Lahir dan tumbuh di sebuah desa di Majalengka tidak menghalangi cita-cita tinggi yang dimiliki oleh Karna Sobahi.

Sejak menempuh pendidikan hingga sekarang, Karna Sobahi merupakan seseorang yang gemar berorganisasi. Dimulai dari organisasi kemahasiswaan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), organisasi profesi seperti PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).

Selanjutnya, organisasi kemasyarakatan PUI (Persatuan Umat Islam), hingga ISMI (Ikatan Saudagar Muslim Indonesia). Pengalaman organisasi tersebut melengkapi daya dukung terhadap kehidupan di pemerintahan.

Sebelum terjun ke dunia politik, Karna Sobahi adalah seseorang yang berkecimpung di dunia pendidikan, dimulai dari menjadi guru pada sekolah dasar hingga menjadi Kepala Dinas Pendidikan Majalengka telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Begitu berakhirnya masa baktinya pada usia 58 tahun, Karna Sobahi mengikuti pilkada untuk menjadi Wakil Bupati Majalengka. Setelah menjadi pensiunan, Karna Sobahi tertarik untuk menerima tawaran mengikuti Pilkada adalah ingin melanjutkan dedikasinya kepada masyarakat Majalengka seperti saat masih menjadi seorang guru.

Karna Sobahi Berhasil Mengantongi 120+ Penghargaan

Menurut Karna Sobahi (14/2/2024), bahwa penghargaan merupakan sebagai dampak dari kinerjanya selama menjabat. Penghargaan-penghargaan yang telah diraihnya merupakan jawaban atas kinerja selama masa jabatannya.

Lebih dari 100 penghargaan telah berhasil dikantongi oleh Karna Sobahi, baik dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, ekonomi, hingga pelayanan publik. Seluruh prestasi dan penghargaan yang telah diraihnya terangkum dalam buku Karna Sobahi, ”Jejak Langkah Anak Desa Membangun Majalengka”.

Untuk berada di titik seperti saat ini tidaklah mudah, berbagai rintangan dan tantangan telah dihadapinya. Dalam berpolitik, tentunya tidak akan terlepas dari adanya kompetisi dan persaingan. Seperti bagaimana kita memperoleh suatu posisi dengan meraih suara dan dukungan masyarakat.

Bagi seseorang yang berada di dunia politik, dukungan masyarakat memiliki arti yang sangat besar, karena demokrasi yang sedang berjalan sekarang adalah demokrasi yang berkumpul pada kekuatan rakyat. Meskipun sudah berada di titik ini, Karna Sobahi tidak segan untuk bersosialisasi dan terjun langsung ke masyarakat.

Tujuan dan Kekuatan Utama yang Harus Diperdayakan

Kabupaten Majalengka memiliki ± 1,3 juta penduduk dengan mayoritas mata pencahariannya petani, buruh, dan pedagang. Untuk memimpin sebuah wilayah yang tidak kecil ini tidaklah mudah, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pendekatan identifikasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Seperti hal nya, dalam menangani pengelolan tanah di Majalengka yang semakin terbatas karena adanya Bandara Internasional Kertajati dan industri, Karna Sobahi bekerja sama dengan IPB University. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan lahan-lahan di Majalengka dapat dimaksimalkan oleh petani melihat kebutuhan beras di Majalengka merupakan kebutuhan yang sangat vital.

Menjadi seorang pemimpin tentunya harus pintar dalam melihat adanya peluang dan potensi. Majalengka. Generasi muda (Millenial dan gen Z) dan ibu-ibu menjadi kekuatan utama yang dimiliki oleh Majalengka.

Oleh karena itu, seorang pemimpin perlu mengetahui gal apa saja yang dibutuhkan oleh warganya, seperti hal nya fasilitas-fasilitas apa saja yang diperlukan oleh generasi muda Majalengka untuk mengembangkan potensinya.

Melihat hal tersebut, Karna Sobahi sigap dalam melakukan pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana bagi masyarakatnya, seperti halnya renovasi terhadap GGM (Gelanggang Generasi Muda) dan Creative Center yang menjadi tempat berkembangnya potensi generasi muda Majalengka.

Tidak hanya generasi muda, ibu-ibu pun sangat berpotensi dan menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Majalengka. Melihat hal tersebut, Pemerintah Majalengka melakukan pemberdayaan terhadap ibu-ibu, terkhusus kepada para ibu-ibu Majelis Ta’lim.

Kegiatan pemberdayaan yang dilakukan mencakup berbagai bidang, seperti memberikan pola pemberdayaan ekonomi. Majelis Ta’lim tersebar secara merata di seluruh daerah di Majalengka, Karna Sobahi pun ingin mereka tidak hanya mengaji, namun diharapkan mereka dapat menghasilkan produk-produk.

Dengan demikian, bagi para generasi muda di luar sana baik yang sedang menempuh pendidikan di Majalengka maupun di luar Majalengka, tuntutlah ilmu setinggi mungkin dan raihlah mimpimu!.

Namun, jangan lupakan tempat di mana kamu dilahirkan, jangan menjadi seseorang yang lupa diri ketika sudah merantau.

”Penyakit orang Majalengka adalah jika sudah merantau lupa kampung halaman," kata Karna Sobahi.

Hal tersebutlah menjadi salah satu alasan Taman Sejarah dibangun sedemikian mungkin agar mengingatkan bahwa banyak warga Majalengka yang sangat hebat dan mencintai kampung halamannya. Begitu besarnya upaya Karna Sobahi dalam membangun Majalengka dan selalu menjadikan Majalengka rumah bagi siapa pun. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....