FKDC Kabupaten Cirebon Terima Bantuan Mobil dari MIVA

  • 21 Okt 2023 17:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Diawali adanya informasi peluang bantuan mobilitas dari sebuah organisasi dunia, Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) Kabupaten Cirebon berusaha untuk mengaksesnya.

"Kalau misalnya dapet ya syukur kalau ngga dapet ya tidak apa-apa yang penting sudah berusaha," kata Ketua FKDC Kabupaten Cirebon, Abdul Mujib kepada rri.co.id, Sabtu (21/10/2023).

Ia menyampaikan pengurus FKDC menyusun proposal bantuan tersebut, namun mengalami keterbatasan dalam menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Sehingga akhirnya meminta bantuan dari Grup Mitra LNR di Universitas Indonesia.

Walaupun proposal dikirim kepada organisasi dunia MIVA pada dini hari, akan tetapi menurut Abdul Mujib, setelah dua bulan proposal terkirimkan, permohonan FKDC akhirnya disetujui untuk mendapatkan pembiayaan alat transportasi. Ia dan pengurus lainnya kemudian mempersiapkan kebutuhan untuk menindaklanjuti terkait pembiayaan itu.

"Sebenarnya bantuan itu tidak mutlak 100 persen pembiayaan dari MIVA melainkan 75 persen dari pihak donor dan yang 25 persen dibebankan kepada organisasi yang mengajukan," ujarnya.

Diakuinya, ia terus mendorong pengurus lainnya agar bersedia dan menyetujui persyaratan yang harus dilengkapi dalam pembiayaan tersebut, diantaranya transparansi anggaran, membentuk tim pengadaan kendaraan roda empat. Bukti penawaran dari tiga dealer mobil.

"Waktu awal Tim FKDC meminta Invoice dari dealer, pihak dealer kaya kurang percaya. Namun Alhamdulillah setelah tim menjelaskan akhirnya pihak dealer memberikan bukti invoice ke FKDC," ucapnya.

Ia sempat menyayangkan dengan kejadian itu dan menganggap stigma terhadap disabilitas masih ada ditengah masyarakat. Kedepan diharapkannya stigma yang menempel pada disabilitas dan Orang yang sedang atau pernah mengalami kusta atau OYMPK bisa menurun.

Dalam tahapan teknis pencairan pembiayaan, dilakukan zoom bersama donatur. Pihak MIVA pada termin pertama menyalurkan sebesar 65 persen dan sisa 10 persen dibayarkan ketika seluruh persyaratan surat telah lengkap. Pada kondisi tersebut FKDC sepakat untuk menangani pembiayaan sebesar 35 persen.

Menurut Abdul Mujib, konsep yang ditawarkan MIVA dalam pembiayaan kendaraan operasional mengukur kemampuan finasial forum termasuk dalam pembiayaan pemeliharaan dan perawatan. Manajemen keuangan yangtransparan diantara tim forum serta dituntut untuk memberikan pelaporan penggunaan kendaraan.

"Mobil ini digunakan untuk kegiatan apa sih ? ya harus sesuai dengan yang tertuang di proposal. Misal FKDC kemarin mengajukan untuk mobilitas kegiatan konseling rekan sebaya, pendistribusian bahan baku kerajinan ke temen-teman, itu harus dilaporkan," katanya.

Ditambahkannya, MIVA merupakan Organisasi di Belanda yang fokus dalam pembiayaan mobilitas bagi komunitas - komunitas yang konsern terhadap isu kaum marginal.

Ia merasa senang dengan bantuan tersebut yang kemudian direalisasikan berupa satu unit kendaraan mobil untuk menunjang operasional kegiatan forum.

"Saya sangat berterima kasih ya baik ke MIVA juga ke LNR yang menginformasikan selaku organisasi yang ditunjuk MIVA untuk memantau, mengevaluasi penggunaan alat transportasi tersebut. Ini sangat membantu FKDC untuk mendampingi disabilitas maupun orang-orang yang mengalami kusta," ujarnya.

Abdul Mujib mengaku selama ini untuk melakukan program dan kegiatan seperti pendistribusian bahan baku bagi kelompok usaha daur ulang sampah, umkm rempah-rempah terkendala kondisi infrastruktur yang rusak dan beresiko bagi anggota forum yang mengendari sepeda motor.

Selain itu, dampingan kepada difabel dan kusta di empat desa yang ada di empat kecamatan sangat menyulitkan gerak pengurus karena berjarak sangat jauh .

"Saya berharap pengurus FKDC semakin semangat dengan capaian hasil yang terus meningkat dalam setiap program kegiatannnya," kata Abdul Mujib.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....