Hari Bela Negara Ke 76 Tahun 2024, Koleksi PDRI Diperkenalkan Ke Publik
- 18 Des 2024 13:00 WIB
- Bukittinggi
KBRN,Bukittinggi; Mengisi koleksi Museum Bela Negara pada Peringatan Hari Bela Negara ke 76 pada diperingati 19 Desember 2024 berlangsung di Lokasi Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kab 50 Kota juga dalam kaitan itu Rabu (18/12/2024) pagi dilakukan Serah Terima Pinjam Pakai Koleksi Perjuangan PDRI berada di Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma Bukittinggi dihadiri Direktur Pelindungan Kebudayaan Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia Judi Wahjudin.,S.S.M.Hum bersama Sejarahwan Nasional Golongan V Listiwa Blaklisjarah Disjarahad Letkol Chj. Drs. Jeni Akmal juga disaksikan; Personel Disjarahad Letda. Caj M. ivan Harish, Rohinbud Bintal Rem 032/Wbr Letda. inf. Nursiwan, Plh. Pasi Pers. Kodim 0304/ Kapten Czi Fakhrullah, Personel Denpa.l Kodim 0304/Agam, Provost Kodim 0304/Agam, Personel Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma Bukittinggi Serma. TNI Jaya Koto dan Pratu. TNI Dino serta 3 orang Petugas Museum Rumah Adat Baanjuang Bukittinggi./2xymgadelt80ceu.jpeg)
/e03yo067eocrdo5.jpeg)
Serah Terima Pinjam Pakai Koleksi Perjuangan PDRI berada di Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma Bukittinggi dipergunakan selama Peringatan Hari Bela Negara 19 Desember 2024 berlangsung terdiri atas 12 benda Terigister yakni; Radio YBJ -6, radio WS (Wireles Set) No. 19, bendera Merah Putih yang pertama kali dikibarkan di Sumatera Barat, Loreng M1942 “Frogskin” yang digunakan Tentara Belanda dalam Agresi Meliter II, SMLE (Short Magizene Lee-Enfield) Inggris (Tahun 1904-1926), M1 Garand Buatan Amerika Serikat (Tahun 1934 – 1957), Bren Light Machine Gun Buatan inggris (Tahun 1935 – 1971), M1928A2 Thompson Submachine Gun Buatan Amerika Serikat (Tahun 1921 – 1945), Dutch Mannlicher 1895 (Gewer M.95) buatan Belanda (tahun 1895 – 1940), Arisaka Type 30 Buatan Jepang (Tahun 1905 – 1942), Nambu Type 30 buatan Jepang (Tahun 1936-1943), Sten Submachine Gun Buatan inggris (Tahun 1941-1960).
“Serah Terima Pinjam Pakai Koleksi Perjuangan PDRI telah melalui ijin resmi pihak Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma Bukittinggi terdiri atas senjata, baju loreng dan Bendera dan setelah selesai acara nantinya akan dikembalikan dan untuk koleksi Museum Bela Negara akan dibuatkan replikanya seperti menyerupai aslinya,”ujar judi
/7ciffs9a35041zh.jpeg)
Disebutkan bahwa untuk koleksi barang dipinjam pakai dan dibawa ke Museum bela Negara tersebut dibawa secara hati hati dan mengikuti SOP museum ditetapkan Direktorat Kebudayaan sehingga tidak timbulkan kerusakan.
Hal senada diutarakan Sejarahwan Nasional Golongan V Listiwa Blaklisjarah Disjarahad Letkol. Chj. Drs. Jeni Akmal bahwa, bahwa penanaman Sejarah PDRI tidak hanya ditanamkan pada generasi muda Millenial Gen-Z Indonesia bahkan generasi muda di Sumatera Barat banyak tidak tahu asal muasal PDRI karna selama ini tidak membaca.
Makanya dikatakan Jeni Akmal berasal dari Tanah datar merupakan jebolah ilmu Sejarah Unand juga merupakan mantan wartawan Senior itu di Tahun 90-an bahwa minimnya pemahaman mengetahui Sejarah PDRi yang salah satu penyebabnya kurangnya porsi pembelajaran Sejarah di Sekolah dan jika itu digelorakan dan maka Sejarah PDRI merupakan suatu kebanggaan yang telah menyelamatkan Indonesia ketika berada istilah Bahasa minang Kato urang Awak “Kondisi debu diujung Tanduk” karna ditiup angin.

Untuk peringatan PDRI ke 76 diperingati 19 desember 2024 dengan tema "Sebuah tekad, sikap, perilaku dan tindakan warga negara, baik perseorangan maupun kolektif, untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD RI Tahun 1945) dari ancaman" dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia DR. Fadli Zon.,S.S.M.Sc mewakil Presiden RI Jenderal (Purn.) TNI HOR. Prabowo Subianto berlangsung di Kantor Gubernuran Sumbar dan setelah itu dilanjutkan di lokasi Museum Bela Negara PDRI di Lokasi Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kab 50 Kota sekaligus peresmian Museum Bela Negara juga dihadiri Putra Tertua mantan Perdana Menteri RI Mr. Syafruddin Prawiranegara yakni Chalid Prawiranegara,M.Sc (JM/RRI BKT)
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....