Perpustakaan Danantara Perkuat Ekosistem Pengetahuan Museum Nasional
- 26 Sep 2026 06:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Jakarta pada Jumat, 25 September 2026.
- Perpustakaan Danantara dirancang sebagai ekosistem terpadu yang menghubungkan koleksi, dokumentasi, riset, pendidikan, dan akses publik.
- Menteri Kebudayaan berharap museum-museum di daerah lainnya juga dapat melakukan pembenahan untuk mengembangkan ekosistem museum yang lebih hidup.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon meresmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional, Jakarta, Jumat, 25 September 2026. Menbud mengatakan, hadirnya perpustakaan di Museum Nasional dapat melengkapi fasilitas perpustakaan yang ada.
Ia menilai, perpustakaan ini dapat tumbuh menjadi ekosistem terpadu yang menghubungkan koleksi, dokumentasi, riset pendidikan dan akses publik. Ke depan, ia berharap museum-museum di daerah lainnya dapat juga berbenah sehingga ekosistem museum dapat hidup.
“Perpustakaan Danantara ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran Museum Nasional Indonesia sebagai ruang pengetahuan dan pembelajaran budaya. Sekaligus mendukung tugas fungsi museum dan cagar budaya dalam mengelola, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya untuk kepentingan masyarakat” ujar Fadli Zon dalam sambutan peresmian.
Sementara itu, Kepala Museum Cagar dan Budaya, Indira Estiyani Nurjadin mengatakan, perpustakaan ini dibuka secara gratis untuk masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memperluas akses publik terhadap sumber-sumber pengetahuan.
“Pengunjung yang ingin ke sini tidak dibutuhkan biaya, hanya tiket masuk saja untuk ke Museum Nasional. Tapi karena ini koleksi-koleksi yang rare, kita memiliki aturan harus mengisi slot, jadi kita buat per jam,” ujar Indira.
Meski demikian, lanjut dia, pengunjung hanya dapat menggunakan perpustakaan ini selama satu jam. Di mana untuk setiap kloternya dibuka hingga 20 orang dengan sistem registrasi daring (online).
Sementara untuk buku-buku yang tersedia hanya dapat dibaca di dalam perpustakaan dan tidak bisa untuk dipinjam. “Selain ruang baca, fasilitas yang dapat dimanfaatkan publik meliputi ruang layanan informasi, ruang rapat serta loker penitipan barang,” ujar Estiyani.
Menurutnya, pembatasan tersebut dilakukan lantaran buku yang tersedia termasuk langka sehingga aturan khusus diberlakukan bagi para pengunjung. Estiyani mengatakan, sementara ini beberapa koleksi unggulan yang dimiliki perpustakaan Danantara seperti koleksi arsip dan terbitan Batavia Genootschap.
Selain itu, koleksi sastra lama termasuk Serat Centhini dan terbitan khusus Museum Nasional Indonesia turut melengkapi Perpustakaan Danantara. Untuk memudahkan penelusuran pengelolaan koleksi, perpustakaan menggunakan Senayan Library Management System (SliMS) dan Online Public Access Catalog (OPAC). (Muhammad Herdi Fabryansyah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....