Tak Banyak Dikenal, Ini Ragam Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat
- 09 Sep 2026 17:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memiliki beragam alat musik tradisional yang berkembang dari kebiasaan masyarakat di berbagai daerah termasuk Sulawesi Barat.
- Calong adalah alat musik tradisional dari masyarakat Mandar yang terbuat dari buah kelapa dan bilahan bambu.
- Sulawesi Barat menjadi salah satu wilayah yang kaya dengan alat musik tradisional dengan bentuk dan cara memainkan yang beragam.
RRI.CO.ID, Jakarta — Sulawesi Barat memiliki beragam alat musik tradisional yang berkembang dari kehidupan masyarakat setempat. Sejumlah alat musik bahkan dibuat dari bahan sederhana seperti bambu, kelapa, dan daun.
Salah satunya adalah Calong yang dikenal dalam masyarakat Mandar. Alat musik tersebut terbuat dari buah kelapa dan bilahan bambu.
Melansir Pariwisata Indonesia, Calong awalnya menjadi hiburan para petani Mandar ketika menunggu hasil panen di sawah. Kini, Calong dapat dimainkan secara berkelompok dalam berbagai pertunjukan musik.
Sulawesi Barat juga memiliki Pompang yang berasal dari masyarakat Mamasa. Alat musik tersebut dibuat dari beberapa potongan bambu dengan ukuran berbeda dan dimainkan dengan cara ditiup.
Perbedaan ukuran bambu pada Pompang menghasilkan nada yang berbeda. Pada awalnya, alat musik ini dimainkan para penggembala kerbau sebagai sarana hiburan.
Selain itu, terdapat Kacapi Mandar yang memiliki bentuk menyerupai perahu. Alat musik tersebut dimainkan dengan cara dipetik dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Mandar.
Kacapi Mandar digunakan untuk mengisi waktu senggang serta mengiringi berbagai acara adat. Alat musik ini juga menjadi bagian dari pertunjukan masyarakat setempat.
Ada pula Pakkeke atau Keke yang merupakan alat musik tiup tradisional masyarakat Mandar. Alat tersebut dibuat dari bambu berukuran kecil dengan bagian ujung dililit daun kelapa kering.
Pada masa lalu, Pakkeke dimainkan para petani ketika berada di sawah atau ladang. Kini, Pakkeke juga digunakan dalam pertunjukan seni bersama alat musik tradisional lainnya.
Alat musik lainnya adalah Gongga Lima yang juga terbuat dari bambu. Nama Gongga Lima berasal dari bahasa Mandar, yakni “gongga” berarti alat dan “lima” berarti tangan.
Cara memainkan Gongga Lima menggunakan tangan sesuai dengan makna namanya. Dahulu, alat musik tersebut dimainkan sebagai hiburan hingga perlombaan masyarakat.
Keberadaan alat musik tersebut menunjukkan kekayaan tradisi musik Sulawesi Barat. Bahan-bahan sederhana dapat diolah menjadi instrumen dengan karakter bunyi yang beragam.
Sejumlah alat musik juga memiliki hubungan erat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Calong dan Pakkeke, misalnya, pernah menjadi hiburan masyarakat ketika menjalankan kegiatan pertanian.
Seiring perkembangan zaman, alat musik tradisional Sulawesi Barat terus diperkenalkan melalui berbagai pertunjukan. Upaya tersebut penting untuk menjaga keberadaan musik tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....