Toleat, Alat Musik Bambu dari Subang yang Punya Suara Unik

  • 08 Sep 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia memiliki berbagai alat musik tradisional dengan bentuk dan cara memainkan yang beragam
  • Salah satunya adalah Toleat, alat musik tiup tradisional yang berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat
  • Toleat terbuat dari bambu dan memiliki bentuk yang menyerupai suling

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memiliki berbagai alat musik tradisional dengan bentuk dan cara memainkan yang beragam. Salah satunya adalah Toleat, alat musik tiup tradisional yang berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Toleat terbuat dari bambu dan memiliki bentuk yang menyerupai suling. Alat musik ini termasuk alat musik tiup karena bunyinya dihasilkan melalui udara yang ditiupkan oleh pemain.

Melansir Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, keberadaan Toleat berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di wilayah Pantura Subang. Alat musik ini awalnya dimainkan oleh anak-anak gembala sebagai hiburan ketika sedang menjaga ternak di sawah.

Toleat berkembang dari alat musik sederhana bernama empet-empetan atau ole-olean. Alat tersebut dibuat dari bahan seperti jerami dan hanya menghasilkan bunyi sederhana karena tidak memiliki banyak lubang nada.

Penelitian dari Universitas Negeri Medan menjelaskan kondisi tersebut kemudian mendorong Mang Parman mengembangkan alat musik yang lebih tahan lama dan memiliki nada. Ia kemudian membuat Toleat menggunakan bambu, termasuk bambu tamiang yang biasa digunakan untuk membuat suling.

Dalam perkembangannya, Toleat memiliki beberapa bagian utama yang membantu menghasilkan suara. Bagian tersebut antara lain badan alat, lubang nada, kepala Toleat, serta lidah atau reed sebagai sumber getaran.

Cara memainkan Toleat dilakukan dengan meniup bagian sumber bunyinya menggunakan mulut. Pemain juga menggunakan jari untuk mengatur lubang nada sehingga dapat menghasilkan nada yang berbeda.

Yang membuat Toleat menarik adalah karakter suaranya yang berbeda dari suling meskipun bentuknya terlihat mirip. Sejumlah sumber bahkan menggambarkan suara Toleat memiliki karakter yang menyerupai saksofon atau terompet.

Selain cara meniup dan memainkan nada, Toleat memiliki berbagai teknik permainan. Penelitian mengenai Toleat mencatat adanya teknik ornamentasi seperti kejat, ketrok, leot, dan puruluk.

Pada awalnya, Toleat berfungsi sebagai kalangenan atau hiburan pribadi bagi masyarakat. Seiring waktu, fungsinya berkembang menjadi pintonan atau pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat lebih luas.

Toleat kini juga dapat dimainkan bersama alat musik tradisional lainnya. Dalam perkembangannya, alat musik ini bahkan dapat dikolaborasikan dengan instrumen modern untuk menghasilkan bentuk pertunjukan baru.

Perubahan tersebut membuat Toleat tidak hanya menjadi alat untuk menghibur diri. Penelitian ISBI Bandung mencatat bahwa perkembangan fungsi Toleat turut menjadikannya bagian dari identitas budaya masyarakat Subang.

Toleat juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Jawa Barat melalui Surat Keputusan Nomor 372/M/2021. Penetapan tersebut mencatat Toleat sebagai alat musik tradisional khas Kabupaten Subang. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....