Kenali Beragam Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Indonesia
- 24 Agt 2026 22:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Maulid Nabi diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan selawat dan pengajian.
- Maulid menjadi momentum penting untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.
- Peringatan Maulid Nabi memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk meneladani akhlak dan sifat-sifat mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
RRI.CO.ID, Jakarta – Maulid Nabi diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Peringatannya tidak hanya diisi pembacaan selawat dan pengajian, tetapi juga menjadi kesempatan meneladani Rasulullah.
Melansir laman Kementerian Agama, Maulid menjadi momentum mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Nilai tersebut kemudian dapat diterapkan dengan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan keseharian kita.
Di Indonesia, peringatan Maulid juga dikembangkan menjadi berbagai bentuk tradisi daerah. Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam memadukan aktivitas keagamaan dengan budaya warga setempat.
Sekaten
Di Yogyakarta ditemukan rangkaian Sekaten dengan puncak di Garebeg Mulud. Tradisi tersebut ditandai dengan keluarnya gunungan dari Keraton yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol sedekah Sultan.
Grebeg Maulud
Grebeg Maulud menjadi salah satu contoh akulturasi budaya Islam dan Jawa yang masih dilestarikan bahkan hingga kini. Tradisi tersebut juga menunjukkan bagaimana peringatan keagamaan bisa berjalan bersama dengan warisan budaya warga.
Tradisi Panjang Jimat
Di Cirebon, warga lokal mengenal tradisi Panjang Jimat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi di kawasan keraton. Prosesi tersebut menyertakan pembacaan sejarah kelahiran Nabi, iring-iringan benda pusaka, serta kegiatan keagamaan lain.
Tradisi Maulid di berbagai daerah memiliki bentuk yang berbeda, tetapi tetap membawa semangat penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Perayaan tersebut juga memperlihatkan perpaduan nilai keagamaan dengan budaya nusantara.
Umat Islam di Indonesia akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25 Agustus 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi sekaligus meneladani ajarannya.
Pemerintah menetapkan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu hari libur nasional 2026. Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama tiga menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026.
Maulid Nabi 2026 tidak hanya menjadi hari libur nasional, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk mengenang keteladanan Rasulullah. Berbagai tradisi daerah turut menunjukkan kekayaan budaya dalam peringatan Maulid di Indonesia. (Shafira Nursyifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....