Kemenbud Siapkan Tiga Pilar Rencana Pemulihan Desa Adat Sade, NTB
- 24 Agt 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB, mencakup tiga pilar utama, yakni bangunan fisik, perekonomian masyarakat, serta objek pemajuan kebudayaan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan tiga pilar rencana pemulihan Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kebakaran di kawasan pemukiman tradisional Suku Sasak itu pada Sabtu 22 Agustus 2026 menghanguskan sekitar 167 bangunan di sana.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan pelindungan dan pemulihan desa adat ini menjadi prioritas mendesak. Menurut dia, Desa Adat Sade adalah aset budaya nasional yang tak ternilai harganya.
"Kami bergerak cepat melakukan koordinasi lapangan, pendataan dampak, serta menyusun peta tindak lanjut,” ujarnya, Senin 24 Agustus 2026. Menurut dia, pemulihan dilakukan melalui tiga pilar utama yang mencakup pemulihan kondisi fisik desa, perekonomian masyarakat, dan objek pemajuan kebudayaan.
| Baca juga: Kemensos Kirim Bantuan Korban Kebakaran Sade |
Pemulihan dilakukan dengan memugar kembali bangunan dengan menggunakan bahan tradisional seperti kayu, bambu, ijuk, dan alang-alang. Fadli menambahkan revitalisasi juga akan dilengkapi fasilitas mitigasi sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran.
Kemenbud menyiapkan dukungan sarana dan prasarana untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi tradisional masyarakat terdampak. Salah satunya alat tenun beserta perlengkapannya agar warga dapat kembali menjalankan kegiatan produksi.
Pemulihan juga mencakup rekonstruksi sejarah melalui pembuatan duplikasi manuskrip kuno yang terbakar dalam musibah tersebut. “Prosesnya memanfaatkan koleksi manuskrip sejenis yang masih tersimpan dan terdokumentasi di Museum Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Langkah pemulihan Desa Adat Sade selanjutnya akan dilakukan melalui empat tahap strategis demi memastikan proses berjalan terarah. Tahapan tersebut meliputi tanggap darurat, asesmen dan dokumentasi, pelindungan dan pemulihan, serta penguatan keberlanjutan budaya.
Pada tahap pertama, pemerintah akan mengamankan lokasi sekaligus menyelamatkan material budaya yang masih tersisa. Tahap berikutnya mencakup pengukuran arsitektur dan inventarisasi benda budaya sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan.
Tahap ketiga diarahkan pada penyusunan kajian teknis dan pemulihan bangunan adat yang terdampak kebakaran. Sementara tahap keempat mencakup digitalisasi dokumen serta penguatan sistem kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan budaya Sade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....