Strategi Bisnis Kecantikan untuk Generasi Muda di Yogyakarta
- 15 Sep 2024 10:27 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: PT Nose Herbal Indo, sebagai salah satu perusahaan manufaktur kosmetik di Indonesia terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Tidak hanya berfokus pada pembuatan produk kosmetik berkualitas tinggi, akan tetapi juga berkomitmen untuk berbagi strategi bisnis terkini dengan para beautypreneur, melalui Nose Roadshow Seminar bertajuk 'From Noise to Voice: Building Brand in Competitive Space', salah satunya yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (14/9/2024).
Direktur PT Nose Herbal Indo Kim Ho mengatakan, melalui seminar ini tidak hanya menyajikan wawasan tentang cara membangun bisnis di tengah tantangan era Generasi Z dan Milenial, akan tetapi juga memberikan strategi yang efektif untuk berinteraksi dan meraih perhatian.
"Seminar yang diadakan di Hotel The Alana by Aston Yogyakarta ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung pertumbuhan pengusaha kecantikan lokal di Indonesia," kata Kim Ho.
Indonesia sebagai negara berkembang dengan struktur populasi berbentuk seperti piramida, di mana kelompok usia muda mendominasi. Generasi Z dan Milenial, yang merupakan bagian terbesar dari kelompok ini, memiliki peran penting dalam dinamika sosial dan ekonomi negara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah Generasi Z dan Milenial di Indonesia mencapai sekitar 64,16 juta atau sekitar 23,18% dari total populasi, dengan jumlah yang signifikan ini, Generasi Z dan Milenial tidak hanya menjadi aset penting bagi masa depan negara, tetapi juga menjadi target pasar yang sangat potensial bagi berbagai industri, termasuk industri kecantikan.
Generasi ini dikenal dengan karakter yang cenderung konsumtif, menjadikan mereka target pasar yang menarik. Namun, di balik karakter konsumtif tersebut, Generasi Z dan Milenial juga dikenal sebagai generasi yang cerdas dan selektif dalam memilih produk. Mereka tidak hanya mencari produk yang mengikuti tren, tetapi juga mengutamakan kualitas dan manfaat nyata bagi diri mereka.
"Inilah tantangan terbesar bagi para pengusaha kecantikan dalam menghadapi Generasi Z dan Milenial. Dengan semakin ketatnya persaingan dan munculnya banyak brand baru setiap tahunnya, para pengusaha harus mampu berinovasi dan menawarkan produk yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memiliki nilai tambah yang relevan dan berbeda dari kompetitor," ucap Kim Ho.
Sementara, Supervisor Marketing and Product Development PT Nose Herbal Indo Dea Nira mengatakan, tujuan digelarnya Nose Roadshow Seminar ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran terkait pentingnya produk kosmetik lokal yang berkualitas. "Kenapa di Yogyakarta? karena kami melihat peminat beauty industri di sini atau beauty antusias begitu besar dilihat dari client yang datang dari Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Sebagai informasi, Pusat Studi Ekonomi Keuangan dan Industri Digital (PSEkuin) UPN Veteran Yogyakarta beberapa waktu lalu merilis terkait survei rata-rata pengeluaran biaya hidup mahasiswa di Yogyakarta dimana rata-rata pengeluaran biaya hidup lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran konsumsi rumah tangga dan Upah Minimum Provinsi (UMP) di DIY, dengan komponen tertinggi adalah skincare.
"Orang sekarang tidak memandang skincare sebagai sesuatu yang tersier lagi, tetapi menjadi kebutuhan primer, dilihat pengeluaran terbesar itu menjadi alasan karena demand semakin tinggi dari customer, itu membuat beauty industri semakin bertumbuh. Kita melihat peluang dan potensi itu sampai tahun 2026 itu juga akan selalu meningkat, makanya bisa diproyeksikan tidak hanya di Jogja, tapi di seluruh area Indonesia kemungkinan juga akan meningkat juga pengeluaran akan skincare itu," ucap Dea.
Dea mengungkapkan, kebutuhan terhadap perawatan kulit wajah dikarenakan saat ini masyarakat lebih pedulit terhadap kesehatan kulit. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini, terutama bagi Gen Z maupun Milenial yang semakin peka terhadap kebutuhan tersebut, terutama dengan produk-produk yang berkualitas. "Sudah jadi kebutuhan, jadi orang sekarang pagi pakai, malam pakai, sudah kayak makanan sehari-hari, istilahnya sudah menjadi habit skincare ini," ujar Dea.
Sementara itu, dalam Nose Roadshow Seminar kali ini menghadirkan pembicara berpengalaman untuk pengembangan bisnis kecantikan, seperti Rahel Patricia seorang Trend Analyst, dan Dhilla Isthiari, Head of Data Business dari Trendier Indonesia yang mengulas riset pasar yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis dalam sesi 'The Role of Market Research in Beauty Business Success'. Adythia Pratama, selaku Guerilla Marketing Strategist, akan membahas strategi pemasaran efektif dan cara membangun brand kecantikan yang tangguh di tengah persaingan pasar dalam sesi 'Building a Resilient Beauty Brand in A Competitive Market'.
Pemilik brand Skinouru, Ouru Scent, Jelita Cosmetics Michelle Valencia, dan Nada Fatimah selaku Brand Director dari PT AVO Innovation & Technology yang menaungi beberapa brand yaitu Lacoco dan Glow Better akan membahas cara memikat dan menghadapi Generasi Z dan Milenial dalam sesi 'The Vision to Gen-Z & Millennials Favorite: Beauty Brand Journey’s'.
Sedangkan Abdurrahman Fami dari Posibel.co, akan diketahui cara memilih digital creative agency yang tepat dan bagaimana memanfaatkan kerja sama tersebut untuk mengoptimalkan penjualan produk di industri kecantikan dalam sesi 'Strategic Partnerships and Alliances in The Beauty Industry'. (yan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....