Menghadapi Ketahanan Pangan 2024 di Indonesia
- 14 Jul 2024 07:13 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Indonesia menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan krisis pangan global. Di kutip dari laman (WRI Indonesia) beberapa permasalahan utama meliputi:
1. Ketergantungan pada Impor
Tingginya impor gandum dan kedelai menunjukkan ketergantungan yang besar pada pangan luar negeri.
2. Produktivitas Lahan
Penurunan produktivitas lahan pertanian menjadi isu utama yang menghambat peningkatan produksi pangan.
3. Biaya Logistik
Tingginya biaya distribusi pangan meningkatkan harga kebutuhan pokok dan mempengaruhi ketahanan pangan.
4. Diversifikasi Pangan
Kurangnya diversifikasi pangan lokal menyebabkan ketergantungan pada beras, sementara banyak pangan lokal bergizi belum dioptimalkan.
Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan produksi pangan lokal dan diversifikasi pangan. Penguatan kelembagaan petani juga menjadi fokus, dengan pembentukan korporasi petani untuk meningkatkan akses pasar dan pembiayaan.
Kementerian Pertanian mendorong pemanfaatan lahan pertanian yang optimal serta pengendalian organisme pengganggu tanaman. Selain itu, riset dan pelatihan petani ditingkatkan untuk meningkatkan produktivitas
Untuk mengatasi ketergantungan pada impor gandum dan kedelai, pemerintah juga mendorong konsumsi pangan lokal yang lebih beragam dan bergizi, dengan harapan dapat mengurangi biaya logistik dan dampak lingkungan yang dihasilkan dari transportasi bahan pangan
Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan berbagai kebijakan strategis untuk tahun 2024. Salah satu langkah utama adalah alokasi anggaran sebesar Rp114,3 triliun yang difokuskan pada peningkatan produksi domestik dan penguatan infrastruktur pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....