Kehadiran Aplikasi Temu Disebut Jadi Ancaman Bagi UMKM

  • 13 Jun 2024 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, menyampaikan kehadiran aplikasi "Temu" menjadi ancaman bagi UMKM. Aplikasi yang berbasis dari China ini berpotensi besar menganggu sistem UMKM Indonesia.

Aplikasi "Temu" digadang-gadang akan menjadi salah satu aplikasi perdagangan elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Meksipun demikian, aplikasi ini bisa mematikan pelaku UMKM karena dapat mengubah tatanan rantai pasok.

Pihaknya terus berusaha menguatkan aturan melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 31 Tahun 2023. Peraturan tersebut menjadi fokus utama pemerintah untuk memisahkan media sosial dan perdagangan elektronik.

"Belajar dari kasus TikTok Shop, tidak semua bisnis model digital sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Meksipun TikTok Shop mengahdirkan peluang, namun secara bersamaan mengubah model bisnis operasional dan transaksi UMKM," kata Musdhalifah, Rabu (12/6/2024).

Dikutip dari laman Antara News, pemerintah sudah menyadari adanya potensi gangguan dari aplikasi digital cross-border trade. Sistem aplikasi ini memangkas jalur distribusi dan memasukan barang impor langsung dari China.

Ia juga mengatakan, kehadiran aplikasi tersebut tanpa adanya regulasi yang sesuai bisa merusak ekosistem pasar. "Menciptakan kompetisi tidak adil yang berkaibat menurunnya permintaan produk hingga menghilangkan sebgaian pekerjaan di sektor distribusi," Musdhalifah menjelaskan.

Meskipun demikian, aturan tersebut belum cukup untuk menyelamatkan UMKM karena inovasi digital yang terus berkembang. Namun pemerintah akan terus melakukan berbagai macam antisipasi agar aplikasi tersebut tidak masuk ke Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....