Kemenperin: Industri Sepatu Sebenarnya Sedang Tumbuh
- 09 Mei 2024 17:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Perindustrian menilai langkah PT Sepatu Bata Tbk menutup pabriknya di Purwakarta, sebenarnya bukan langkah yang tepat. Karena saat ini industri sepatu nasional justru sedang tumbuh.
“Pemerintah sedang menerapkan kebijakan pengendalian terhadap impor barang jadi dan jaminan bahan baku. Kebijakan ini untuk memperkuat industri di dalam negeri,” kata Direktur Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan saat pertemuan dengan Manajamen PT Sepatu Bata Tbk di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Karenanya Kemenperin berharap PT Sepatu Bata membuka kembali pabriknya kembali jika kondisi perurusahaan membaik. PT Sepatu Bata menutup pabriknya di Purwakarta dengan alasan efisiensi dan langkah refocusing bisnisnys di lini penjualan.
“PT Sepatu Bata memilih untuk lebih fokus pada lini bisnis ritel. Hal ini menjadi strategi perusahaan untuk menghadapi persaingan di industri sepatu di dalam negeri,” ucap Adie.
Berdasarkan data Kemenperin, sebelum menutup pabriknya di Purwakarta, masih ada 233 karyawan dan produksi hanya 30 persen dari kapasitas. Penurunan produksi terjadi sejak tahun 2018 dari 3,5 juta pasang menjadi 1,15 juta pasang di tahun 2023.
Dampaknya, PT Sepatu Bata mengalami kerugian setiap tahun, nilai asetnya dan ekuitasnya juga terus menurun. Sedangkan liabilitasnya terus meningkat.
Meski demikian, penjualan Bata melalui toko-toko yang dimilikinya cenderung membaik dalam dua tahun terakhir. Utamanya produk sepatu dengan merk North Star, Power, Marie Claire, Bubblegummers dan Weinbrenner masih disukai konsumen.
“Kami melihat strategi ini penting bagi perusahaan. Seperti merk-merk sepatu global yang fokus pada pengembangan produk dan brand,” ujar Adie.
Ia tetap mendorong PT Sepatu Bata Tbk dapat lebih meningkatkan ekspor dari hasil produksi dalam negeri. PT Sepatu Bata juga harus dapat menjadi bagian dari rantai pasok global bersama afiliasinya di luar negeri.
Industri alas kaki menjadi salah satu industri andalan di sektor manufaktur. Pada triwulan I-2024 terjadi peningkatan kinerja industri kulit dan alas kaki dengan pertumbuhan sebesar 5,9 persen secara tahunan.
Ekspornya industri kulit ada alas kaki meningkat 0,95 persen. Sedangkan impornya menurun 1,38 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....