BI : Aksi Boikot Produk Israel Bisa Berdampak Langsung

  • 16 Nov 2023 15:08 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram : Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang larangan penggunaan produk Israel akibat aksi yang dilakukan terhadap Palestina. Bahkan MUI yang mengharamkan membeli produk pro Israel. Fatwa MUI yang dimaksud dalam hal ini adalah Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 Tentang tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina.

Belakangan fatwa tersebut memicu aksi aksi memboikot produk-produk yang diduga terindikasi pro Israel dan mulai banyak dilakukan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, bahkan hampir seluruh dunia melakukan aksi boikot tersebut. Aksi boikot dilakukan warga di dunia sebagai dukungan terhadap Palestina, dengan adanya boikot itu bisa memberikan dampak secara langsung dalam jangka pendek.

“Di jangka pendek ini akan berpengaruh, namun di jangka panjang seperti kita lihat di periode-periode sebelumnya itu akan kembali normal, mungkin butuh waktu untuk kembali normal,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) NTB Berry Arifsyah Harahap, Rabu (15/11/2023).

Lebih lanjut, tentunya ini menjadi tantangan bagi dunia usaha yang mengelola usaha waralaba dan lainnya bagaimana mereka bisa tetap berlanjut usahanya. Kendati demikian, sebagaimana diketahui seruan untuk melakukan boikot hanya sentiment. Karena melihat jangka panjang akan kembali normal.

“Karena ini memang, terus terang ini sentimen Israel cukup tinggi di Indonesia pada periode-periode ini. Ya mudah-mudahan nanti ada kejelasan dalam beberapa bulan,” jelasnya.

Berry mengatakan, produk-produk tersebut memiliki pasarnya sendiri. Bisa saja dengan adanya aksi ini menjadikan kesempatan untuk menaikkan produk-produk lokal yang ada. Namun untuk aksi boikot dilakukan sekarang ini sangat berpengaruh terhadap usaha itu sendiri.

“Ya hari ini jelas berpengaruh karena sentiment nya masih tinggi, mungkin nanti saya perkirakan tidak ada berlangsung lama akan mereka dan ini akan menyebabkan kembalinya konsumen untuk melakukan pembelian,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....