KAI Angkut 41,61 Juta Ton Batu Bara di Sumatra per September 2026
- 07 Okt 2026 00:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mengangkut 41.607.561 ton batu bara di wilayah Sumatra sepanjang Januari hingga September 2026.
- Komoditas batu bara mendominasi portofolio logistik perseroan dengan kontribusi sebesar 82 persen dari total angkutan barang.
- Volume angkutan kereta api pada sejumlah perusahaan mitra batu bara mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai ratusan persen.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 41.607.561 ton batu bara di Sumatra sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut menyumbang 82 persen dari total 50.756.132 ton seluruh angkutan barang perseroan pada periode tersebut.
Batu bara menjadi komoditas terbesar dalam portofolio angkutan barang milik KAI selama sembilan bulan pertama. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor batu bara nasional mencapai 201,47 juta ton hingga Juli.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyoroti kebutuhan sistem logistik memadai bagi pergerakan komoditas tersebut. Rata-rata volume ekspor batu bara nasional tersebut bahkan mampu mencapai 28,8 juta ton setiap bulan.
“Lebih dari 41,6 juta ton batu bara telah bergerak menggunakan kereta api hingga September 2026. Angka ini memberikan gambaran mengenai skala logistik yang ditangani KAI, terutama di Sumatra, untuk melayani pergerakan komoditas dalam jumlah besar secara terjadwal,” ujar Anne di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Anne menyebutkan bahwa pergerakan komoditas membutuhkan dukungan logistik dari hulu hingga hilir demi industri nasional. Operasional angkutan ini berpusat di wilayah Divisi Regional (Divre) III Palembang serta Divre IV Tanjungkarang.
“Karakter angkutan batu bara membutuhkan kepastian kapasitas dan keteraturan. Di koridor yang dilayani KAI, kereta api memiliki peran untuk membawa volume besar dalam satu rangkaian perjalanan dan menjaga aliran barang dari kawasan produksi menuju titik distribusi berikutnya,” kata Anne.
Ekspor batu bara bulanan Indonesia berada pada kisaran 26,85 juta hingga 29,54 juta ton secara nasional. Volume angkutan PT Turba Bara Bany Enim melonjak 157,5 persen dari 911.612 ton menjadi 2.347.582 ton.
Ia menyatakan bahwa peningkatan muatan terjadi pada koridor operasional sejumlah mitra logistik di Pulau Sumatra. Muatan milik PT Mustika Indah Permai turut naik 32,7 persen menjadi 3.609.664 ton pada periode ini.
“Kami melihat masing-masing pelanggan dan koridor memiliki dinamika yang berbeda. Karena itu, pengelolaan kapasitas dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, kesiapan sarana dan prasarana, serta keselamatan perjalanan,” ucap Anne.
Volume angkutan PT Bukit Bara Alam juga bertambah 26 persen dari 514.316 ton menjadi 647.986 ton. Total angkutan batu bara perseroan turun 1,48 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 42.234.185 ton.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan potensi besar angkutan barang berbasis rel. Volume ekspor batu bara Indonesia secara nasional bahkan sanggup menyentuh angka 29,02 juta ton pada Juli.
“Angkutan barang berbasis rel memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan, terutama pada komoditas dengan volume tinggi dan pola pengiriman yang rutin. KAI akan terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan industri agar kereta api semakin relevan dalam sistem logistik Indonesia,” kata Wisnu.
Ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 bernilai US$167,03 miliar atau tumbuh sebesar 4,43 persen. Sektor ekspor nonmigas nasional turut mencatatkan capaian sebesar US$160,01 miliar lewat angka pertumbuhan 5,21 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....