Briket Kayu Indonesia Dilirik Calon Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
- 03 Okt 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Calon pembeli Spanyol Manuel Oroz menunjukkan minat signifikan terhadap briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk segmen restoran profesional.
- Business matching yang diselenggarakan Atase Perdagangan RI di Madrid menjadi platform penting untuk mempertemukan produsen Indonesia dengan pembeli internasional.
- Karakteristik teknis briket seperti nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran produk menjadi fokus utama evaluasi calon pembeli dari Spanyol.
RRI.CO.ID, Madrid - Calon buyer Spanyol Manuel Oroz menunjukkan minat terhadap briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk kebutuhan restoran profesional. Ketertarikan tersebut muncul dalam kegiatan business matching yang digelar Atase Perdagangan Republik Indonesia Madrid.
Oroz memberikan perhatian khusus terhadap karakteristik teknis briket serbuk kayu asal Indonesia. Parameter yang diperhatikan meliputi nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran produk.
Perwakilan perdagangan RI di Spanyol mempersiapkan tindak lanjut atas kebutuhan calon buyer. Fasilitasi tersebut mencakup komunikasi bisnis dan pendampingan untuk menindaklanjuti permintaan calon buyer.
“Perwakilan perdagangan RI di Spanyol berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan calon buyer dengan spesifikasi produk yang ditawarkan eksportir Indonesia. Kami harap, fasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan tindak lanjut dapat membantu merealisasikan potensi transaksi pasca-business matching,” ujar Ratna di Madrid, Kamis, 1 Oktober 2026.
Atase Perdagangan RI Madrid juga memantau hasil penjajakan antara eksportir dan calon buyer Spanyol. Pemantauan tersebut mencakup spesifikasi teknis produk dan pembahasan biaya logistik.
Selain Oroz, calon buyer Recycling Fibers menjajaki limbah jaring ikan berbahan nilon 6 dari Indonesia. Perusahaan tersebut menjajaki pengolahan limbah jaring ikan menjadi pelet nilon 6.
Calon buyer lainnya, Desarollos GFJ, menunjukkan ketertarikan terhadap produk buah dan sayur olahan Indonesia. Ketiga penjajakan tersebut berlangsung dalam rangkaian business matching pada Juli hingga September 2026.
Dari sisi eksportir, Charcoal Experience menawarkan sejumlah produk briket dan arang. Produk tersebut meliputi briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha, serta arang barbeku berbahan kayu keras lokal.
Java Charcoal turut menawarkan briket serbuk kayu heksagonal dan arang shisha kelapa. Perusahaan tersebut juga menawarkan arang barbeku kelapa berbentuk bantal serta arang kayu alami.
Sementara itu, Aruna menawarkan bahan baku hasil pengolahan limbah jaring ikan atau fishing net waste. Produk tersebut dijajaki dengan calon buyer Spanyol.
Rangkaian business matching tersebut mencatat potensi transaksi sebesar USD2,31 juta atau sekitar Rp41,35 miliar. Potensi transaksi itu berasal dari tiga kegiatan penjajakan bisnis yang berlangsung pada Juli hingga September 2026.
Direktur PT Menara Pangan Desa Richardo Petricius mengapresiasi fasilitasi Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Republik Indonesia Madrid. Menurutnya, kegiatan business matching membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas pasar produk di Eropa.
“Terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah melalui business matching dan bantuan pendampingan pascakegiatan tersebut. Semoga transaksi awal segera terwujud,” ujar Petricius.
Perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD1,67 miliar pada Januari hingga Juli 2026. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD1,06 miliar dan impor USD610,7 juta, sehingga surplus mencapai USD450,8 juta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....