CAEXPO 2026, Potensi Transaksi Indonesia Capai Rp2,03 Triliun

  • 02 Okt 2026 23:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Paviliun Indonesia di CAEXPO 2026 mencatatkan potensi transaksi sebesar USD113,88 juta atau setara Rp2,03 triliun melalui penandatanganan MoU dan permintaan produk.
  • Empat MoU yang ditandatangani dalam pameran menghasilkan potensi transaksi USD81,1 juta dengan berbagai mitra bisnis dari kawasan ASEAN dan Tiongkok.
  • CAEXPO 2026 berlangsung 17-21 September 2026 di Nanning International Convention & Exhibition Center (NICEC), Nanning, menjadi platform strategis bagi produk Indonesia di pasar Asia Tenggara dan Tiongkok.

RRI.CO.ID, Nanning - Paviliun Indonesia mencatat potensi transaksi hingga USD113,88 juta atau setara Rp2,03 triliun dalam CAEXPO 2026 di Tiongkok. Potensi tersebut berasal dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan sejumlah permintaan produk Indonesia.

The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 berlangsung pada 17-21 September 2026 di Nanning International Convention & Exhibition Center (NICEC), Nanning, Tiongkok. Empat MoU yang ditandatangani mencatat potensi transaksi sebesar USD81,1 juta.

Cakupan MoU tersebut meliputi pengembangan kerja sama satelit, pengembangan dukungan efisiensi bidang oli, gas, kelistrikan, dan tambang. Kerja sama lainnya mencakup kerupuk udang, kopi, pemanfaatan token produk berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pengadaan mesin pengolahnya.

Selain MoU, permintaan cangkang inti sawit (palm kernel shell) dan Crude Palm Oil (CPO) mencatat potensi transaksi USD22,79 juta. Nilai tersebut menjadi bagian dari potensi transaksi yang diperoleh selama penyelenggaraan CAEXPO 2026.

Permintaan lainnya mencakup minyak ikan, pangan berbahan ikan, bubuk cokelat, vanili, sarang burung walet, briket, dan minuman cokelat serbuk instan. Potensi transaksi permintaan tersebut mencapai USD9,99 juta dan masih dinegosiasikan peserta pameran dengan 10 perusahaan mitra di Tiongkok.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi potensi transaksi tersebut. Ia menjelaskan capaian Indonesia di CAEXPO 2026 merupakan hasil promosi, business matching, forum bisnis, serta penjajakan investasi industri.

“Capaian Indonesia di CAEXPO 2026 ini menunjukkan promosi produk yang dipadukan dengan sesi-sesi penjajakan dapat memberikan nilai tambah. Berbagai peluang yang telah terbuka ini perlu ditindaklanjuti untuk menjadi transaksi dan kerja sama jangka panjang,” ujar Puntodewi di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Selama CAEXPO 2026, Indonesia mengikuti sejumlah kegiatan seperti pertemuan bisnis, forum bisnis, dan kunjungan lapangan. Kegiatan meliputi Indonesia Sustainable Free Trade Zone and Industrial Park Forum, CABIS, dan Group Meeting with Guangxi Leader.

Indonesia juga mengikuti kunjungan ke kawasan industri drone dan Pinglu Canal Exhibition. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari partisipasi Indonesia dalam CAEXPO 2026.

Paviliun Indonesia di sejumlah area pameran CAEXPO 2026 menarik lebih dari 98 ribu pengunjung. Paviliun Komoditi Indonesia berada di Hall D5 dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi dan diisi 51 perusahaan.

Selain itu, Indonesia berpartisipasi dalam Paviliun City of Charm di Hall B dan Paviliun Artificial Intelligence (AI). Paviliun AI tersebut diisi oleh empat perusahaan Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan, Deden Muhammad Fajar Shidiq, mengatakan partisipasi Indonesia tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan produk unggulan nasional. Menurutnya, keikutsertaan tersebut juga diarahkan untuk membangun hubungan bisnis yang lebih konkret dengan mitra potensial.

“Keberhasilan partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak berhenti di capaian selama pameran. Seluruh potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama para pelaku usaha dan mitra terkait,” ujar Deden.

KJRI Guangzhou Arianto Surojo menyebut CAEXPO sebagai platform strategis memperluas akses pasar Indonesia ke Tiongkok dan kawasan ASEAN. Menurut Arianto, capaian transaksi dan penjajakan kerja sama menunjukkan peluang produk dan kompetensi perusahaan Indonesia di pasar regional.

“Capaian transaksi dan berbagai penjajakan kerja sama pada tahun ini menunjukkan bahwa produk dan kompetensi perusahaan Indonesia berpeluang semakin besar. Untuk masuk ke rantai pasok dan pasar regional,” ujar Arianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....