KAI Angkut 9,15 Juta Ton Non-Batu Bara dan Uji Kereta Pertanian
- 02 Okt 2026 23:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI mencatat volume angkutan barang non-batu bara mencapai 9.148.571 ton hingga September 2026.
- KAI Logistik menguji coba pengangkutan komoditas pertanian buah naga dengan relasi Banyuwangi menuju Jakarta.
- Perseroan merencanakan operasional kereta reguler hingga Desember 2030 untuk mendukung distribusi logistik pangan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat angkutan barang non-batu bara mencapai 9.148.571 ton hingga September 2026. Perolehan tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,6 persen dibandingkan periode serupa tahun 2025 sebanyak 8.912.566 ton.
KAI Logistik menguji coba angkutan komoditas pertanian relasi Banyuwangi menuju Jakarta pada Senin, 28 September 2026. Komoditas buah naga menjadi muatan perdana dalam pengembangan layanan distribusi pangan dan ternak berbasis kereta api.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan mengenai perluasan jaringan angkutan barang perseroan. Layanan tersebut mencakup semen, klinker, peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), hasil perkebunan, ritel, serta pupuk.
“Angkutan non-batu bara KAI terus berkembang dengan komoditas yang semakin beragam. Pengembangan angkutan hasil pertanian dari Banyuwangi membuka peluang pemanfaatan kereta api yang lebih luas untuk mendukung distribusi komoditas pangan antardaerah secara terjadwal dan terintegrasi,” ujar Anne di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Kereta api uji coba itu berangkat dari Stasiun Argopuro Banyuwangi pada pukul 08.00 WIB membawa sepuluh gerbong. Layanan ini bertujuan mengangkut aneka komoditas pertanian dan peternakan asal sentra produksi Jawa Timur ke Jakarta.
Anne menegaskan bahwa pelaksanaan uji coba tersebut mengevaluasi kesiapan operasional serta keandalan teknis perjalanan kereta. Penilaian menyeluruh tersebut mencakup efisiensi waktu tempuh, fasilitas pendukung, serta mekanisme proses bongkar muat komoditas.
“Tahap uji coba penting untuk memastikan setiap proses dapat berjalan sesuai kebutuhan operasional. Kami ingin layanan ini dipersiapkan dengan baik, mulai dari pemuatan di daerah produksi, perjalanan kereta api, hingga komoditas tiba di wilayah tujuan,” kata Anne.
Layanan pengiriman tersebut dijadwalkan beroperasi secara reguler mulai November 2026 hingga periode Desember 2030 mendatang. Target volume pengangkutan selama masa kerja sama tersebut diproyeksikan mampu mencapai hingga 84.200 gerbong datar.
KAI mempersiapkan area muat komoditas di Stasiun Argopuro, Kalisetail Banyuwangi, Rambipuji Jember, serta Stasiun Probolinggo. Setiap rangkaian kereta direncanakan membawa 20 gerbong kontainer berkapasitas sekitar 550 ton dalam satu perjalanan.
Sebanyak 75 ekor sapi dapat diangkut menggunakan tiga gerbong khusus demi menjaga prinsip kesejahteraan hewan. Kereta api tersebut juga disiapkan membawa muatan balik berupa pakan ternak, pupuk, dedak, serta kebutuhan logistik.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyatakan bahwa layanan baru tersebut melengkapi portofolio bisnis perseroan. Pengangkutan komoditas tersebut menggunakan kontainer khusus yang telah disesuaikan berdasarkan karakteristik teknis serta regulasi keselamatan operasional.
“Kereta api memiliki kapasitas angkut besar dan perjalanan yang terjadwal. Dari semen dan klinker, peti kemas, BBM, hasil perkebunan, ritel, hingga pupuk, layanan angkutan KAI terus berkembang mengikuti kebutuhan logistik. Kehadiran angkutan hasil pertanian dan peternakan diharapkan semakin menghubungkan sentra produksi dengan pasar serta mendukung kelancaran rantai pasok pangan nasional,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....