Lintasarta Dorong Perbankan Perkuat Infrastruktur Digital Adaptif

  • 14 Sep 2026 00:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lintasarta memperkenalkan Bandwidth on Demand (BWoD) untuk mendukung kebutuhan konektivitas perbankan yang lebih fleksibel.
  • BWoD memungkinkan penyesuaian bandwidth secara mandiri melalui Super Apps Ultima.
  • Kapasitas layanan mencapai hingga 1 Gbps pada wilayah dan tier tertentu. Untuk tahap awal layanan tersedia di 84 kota di Pulau Jawa pada 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Transformasi digital yang semakin masif mendorong industri perbankan nasional memperkuat infrastruktur teknologi yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan bisnis. Infrastruktur tidak lagi hanya dituntut memiliki kapasitas besar, tetapi juga harus fleksibel, tangguh, dan mampu merespons kebutuhan secara cepat.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Lintasarta Executive Dialogue bertema "Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)" yang digelar Lintasarta bersama Infobank di Jakarta. Forum ini mempertemukan jajaran pimpinan bank nasional dan multinasional yang tergabung dalam Himbara, Perbanas, Asbanda, serta pejabat Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan kebutuhan kapasitas teknologi di sektor perbankan dapat berubah secara cepat. Termasuk, pada periode month-end, year-end closing, pemrosesan gaji, pemulihan bencana, hingga peluncuran aplikasi baru.

"Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur," ujar Armand.

Menurut dia, perubahan tersebut mendorong kebutuhan konektivitas berkembang dari sistem yang bersifat tetap (fixed) menjadi lebih adaptif. Karena itu, transformasi infrastruktur perlu didukung kapabilitas yang agile, scalable, resilient, serta siap menghadapi peak events, disaster recovery, dan tuntutan regulasi.

Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperkenalkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD). Solusi ini memungkinkan perbankan menyesuaikan kapasitas bandwidth sesuai kebutuhan operasional secara lebih fleksibel dan mandiri.

Setelah proses setup awal, perubahan kapasitas bandwidth dapat dilakukan melalui Super Apps Ultima tanpa proses pemesanan manual maupun instalasi baru. BWoD juga mendukung kapasitas hingga 1 Gbps atau 1.000 Mbps pada tier tertentu di wilayah dengan kesiapan teknis.

"Kami ingin memberikan agility kepada bank untuk mengelola kapasitas connectivity sesuai kebutuhan operasionalnya," kata Armand.

BWoD merupakan bagian dari implementasi Lintasarta Intelligent Core yang mengintegrasikan pelanggan, Super Apps Ultima, Intelligent Core Engine, dan core network. Pendekatan tersebut mendukung proses real-time execution dan autonomous decisioning untuk pengelolaan konektivitas yang lebih cepat dan otomatis.

Pada tahap awal, layanan BWoD tersedia di 84 kota di Pulau Jawa sepanjang 2026. Lintasarta selanjutnya akan mengembangkan cakupan layanan secara bertahap menuju jangkauan nasional.

"Inovasi ini memperkuat komitmen kami sebagai mitra infrastruktur digital perbankan dengan connectivity yang lebih adaptif terhadap kebutuhan bisnis," ujar Armand.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2026, Sophia Isabella Wattimena, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi dalam mendukung transformasi digital perbankan.

"Transformasi digital perbankan perlu berjalan seiring penguatan kapabilitas infrastruktur teknologi. Keandalan, keamanan, manajemen risiko, dan kemampuan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri menjadi semakin penting," ucap Sophia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....