Volume Petikemas KAI Tumbuh 19 Persen Hingga Agustus 2026

  • 10 Sep 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatatkan pertumbuhan volume angkutan petikemas sebesar 19,24 persen hingga Agustus 2026.
  • Perusahaan mendistribusikan muatan logistik barang mencapai 3,92 juta ton untuk memperkuat daya saing industri nasional.
  • KAI mengembangkan ekosistem logistik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang demi memperluas konektivitas perdagangan antardaerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Volume angkutan petikemas PT Kereta Api Indonesia mencapai 3.928.221 ton hingga Agustus 2026. Capaian operasional angkutan barang berbasis rel tersebut mengalami peningkatan sebesar 19,24 persen secara tahunan.

Pertumbuhan volume muatan logistik nasional tersebut tercatat setara dengan penambahan sebesar 633.966 ton barang. PT Kereta Api Indonesia merilis data kinerja angkutan tersebut pada Kamis, 10 September 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penjelasan resmi mengenai kenaikan angkutan barang tersebut. Realisasi angkutan logistik pada periode Januari hingga Agustus 2025 tercatat sebesar 3.294.255 ton barang.

“Pertumbuhan angkutan petikemas sebesar 19,24 persen hingga Agustus 2026 menunjukkan kebutuhan terhadap layanan logistik yang efisien terus berkembang. KAI menghadirkan layanan angkutan barang yang mendukung aktivitas industri melalui jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai kawasan produksi, distribusi, hingga simpul perdagangan,” ujar Anne.

Anne menjelaskan hubungan yang sangat erat antara kelancaran distribusi logistik dan daya saing industri. Biaya transportasi moda barang merupakan salah satu komponen penting dalam mengelola operasional rantai pasok.

“Melalui pengembangan angkutan petikemas, KAI mendukung perusahaan dalam memperoleh pilihan moda transportasi yang memiliki kepastian perjalanan dan mampu melayani pengiriman barang dalam volume besar,” kata Anne.

Pertumbuhan layanan moda barang rel berjalan sejalan dengan pengembangan kawasan industri baru di Indonesia. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tersebut menjadi salah satu lokasi utama pengembangan ekosistem logistik terintegrasi.

Ekosistem kawasan industri tersebut mencakup keterhubungan dry port, seaport, warehouse, trucking, hingga jaringan hinterland. Moda kereta api dikaji untuk mengangkut barang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Patimban, serta Kalimas Surabaya.

Tahap pengoperasian awal dry port KITB ditargetkan dapat berjalan secara resmi pada tahun 2028. Fasilitas kawasan logistik tersebut menyediakan layanan container handling, rail service, warehouse, serta empty depot.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan operasional. Pihak perusahaan mengoptimalkan perjalanan kereta api barang serta memperluas kerja sama dengan pelanggan industri.

“Ke depan, KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan petikemas melalui pengembangan jaringan, peningkatan kapasitas operasional, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kebutuhan logistik nasional,” ujar Wisnu.

Layanan transportasi barang berbasis rel tersebut terus mendukung efisiensi distribusi industri dan perdagangan nasional. Pengembangan simpul jaringan logistik nasional strategis tersebut memperkuat konektivitas antarwilayah di seluruh kawasan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....