KAI Tata Simpul Transit dan Bangun Hunian Vertikal di Jakarta

  • 05 Sep 2026 01:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perseroan membangun delapan menara apartemen vertikal untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah pada lahan 2,2 hektare.
  • Pemerintah bersama KAI mereplikasi konsep kawasan hunian Transit Oriented Development pada berbagai stasiun potensial di Indonesia.
  • PT Kereta Api Indonesia merestrukturisasi beban pergerakan penumpang pada empat stasiun integrasi di wilayah Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia mengurai kepadatan penumpang melalui penataan empat stasiun integrasi di Jakarta. BUMN ini mendistribusikan pergerakan arus mobilitas masyarakat agar kawasan pusat kota tidak mengalami penumpukan.

PT Kereta Api Indonesia mendirikan delapan menara apartemen pada lahan 2,2 hektare di Jakarta. Kawasan Transit Oriented Development (TOD) tersebut memfasilitasi tempat tinggal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

VP Corporate Communication KAI Anne Purba memaparkan efektivitas pembagian beban stasiun pada Jumat, 4 September 2026. Pengalihan titik naik turun kereta antarkota mengurangi kepadatan penumpang stasiun di wilayah pusat ibu kota.

Anne merinci karakteristik mobilitas komuter pada setiap simpul stasiun secara spesifik di Stasiun BNI City Jakarta. Penanganan stasiun sentral memfokuskan kelancaran perpindahan peron bagi ratusan ribu pengguna komuter yang melakukan transit.

"Dan kita melihat juga bahwa Manggarai itu bisa saja dalam satu hari yang transit itu antara 180 sampai 220.000 pelanggan di Manggarai. Jadi volumenya itu adalah volume transit, bukan yang masuk dan keluar di Stasiun Manggarai ya. Tanah Abang itu seimbang, ada yang transit tetapi yang keluar itu juga banyak, yang masuk juga banyak," ujar Anne.

Ia menjelaskan rencana pendistribusian perhentian armada kereta api antarkota ke beberapa stasiun besar di wilayah Jakarta. Pembagian peran stasiun transit mencegah penumpukan kapasitas penumpang pada satu simpul perkeretaapian di ibu kota.

"Ada fungsi kawasan hunian, jadi sangat dimungkinkan kereta jarak jauh itu ada di Manggarai seperti program DJKA sebelumnya. Ini kan bertambahnya, sehingga nanti kita bisa bagi. Mana yang berhenti di Manggarai, mana yang berhenti di Senen, mana yang berhenti di Gambir, ataupun naik-turun di stasiun-stasiun integrasi," ucap Anne.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendukung hunian vertikal saat berkunjung ke Manggarai. Pemanfaatan aset perkeretaapian untuk permukiman modern menjaga standar keselamatan dan kelancaran dalam operasional perjalanan kereta api.

"Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi menjadi penting agar penyediaan rumah bagi masyarakat dapat berjalan lebih cepat. Di Manggarai, KAI bersama para pihak terkait membangun hunian vertikal di tengah kota yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat dengan harga terjangkau," kata Maruarar, Jumat, 21 Agustus 2026.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan kriteria hunian terjangkau dalam keterangannya pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pengelolaan kawasan transit terpadu mendukung mobilitas harian para pekerja menuju pusat aktivitas ekonomi perkotaan.

"Layak berarti memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, dan fungsi hunian. Terjangkau berarti pengembangannya mengikuti kebijakan dan skema pemerintah bagi masyarakat yang menjadi sasaran. Berkelanjutan mencakup pemanfaatan lahan secara efisien, keterhubungan dengan angkutan massal, kepatuhan terhadap lingkungan, serta pengelolaan kawasan dalam jangka panjang," ujar Bobby.

Bobby menambahkan arah pengembangan hunian terpadu di Stasiun Manggarai demi kemudahan akses transportasi publik. Pengurangan kendaraan pribadi secara bertahap menekan beban kemacetan kronis pada ruas jalan raya ibu kota.

"Pengembangan hunian di Manggarai diarahkan agar masyarakat dapat tinggal di tengah kota dengan akses yang dekat terhadap transportasi publik. Pada saat yang sama, KAI memastikan optimalisasi aset tetap sejalan dengan keselamatan dan kelancaran operasional kereta api," ucap Bobby.

Kawasan terpadu tersebut menyediakan fasilitas jalur pedestrian yang nyaman menuju peron stasiun kereta komuter terdekat. Pemerintah bersama KAI mereplikasi model pembangunan hunian transit pada stasiun potensial lainnya di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....