Realisasi Keselamatan 145 Perlintasan Sebidang KAI Capai 77,37 Persen
- 30 Agt 2026 00:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI menyelesaikan peningkatan keselamatan pada 145 perlintasan sebidang dari target 190 titik.
- Manajemen memetakan 3.674 perlintasan sebidang dengan fokus penanganan pada 1.810 lokasi prioritas.
- Perusahaan memperkuat kesiapan petugas penjaga lintasan melalui pelatihan kerja secara bertahap.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil merealisasikan peningkatan keselamatan pada 145 titik perlintasan sebidang. Capaian pekerjaan fisik tersebut mencatatkan progres 77,37 persen dari total target 190 perlintasan prioritas.
Manajemen KAI resmi merilis data perkembangan pembaruan infrastruktur perlintasan tersebut pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Program peningkatan keselamatan mencakup fasilitas pengamanan, rumah penjaga, rambu lintasan, serta instalasi perangkat komunikasi.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan pentingnya keselamatan perjalanan kereta api bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah strategis tersebut ditujukan guna melindungi aktivitas warga yang berada di sekitar jalur perlintasan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang,” ujar Bobby.
Bobby menjelaskan penanganan perlintasan sebidang selalu mengacu pada pemetaan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Tindakan teknis tersebut disesuaikan agar mampu memberikan dampak keselamatan secara optimal bagi pengguna jalan.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bobby.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memaparkan data pemetaan perlintasan sebidang di wilayah operasional. Wilayah operasional memiliki 3.674 perlintasan yang mencakup 1.864 titik berpenjaga resmi milik perusahaan kereta.
“Sebagai langkah awal penanganan, KAI telah melakukan verifikasi terhadap 1.638 perlintasan sebidang. Hasil verifikasi tersebut menetapkan 1.404 perlintasan sebagai target peningkatan keselamatan berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan,” ucap Anne.
Anne menyatakan bahwa 907 perlintasan tidak dijaga dan 903 titik belum terdata secara resmi. Sebanyak 1.810 lokasi perlintasan kini menjadi fokus utama penanganan keselamatan jalur kereta api nasional.
“Selain peningkatan fasilitas, KAI juga memperkuat kesiapan petugas penjaga pintu perlintasan. Kontrak Petugas Penjaga Pintu Perlintasan telah ditandatangani pada 12 Agustus 2026, pelaksanaan On Job Training telah dimulai, dan pendidikan serta pelatihan PJL dilakukan secara bertahap,” ujar Anne.
Ia mengimbau masyarakat pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur perlintasan kereta. Pengendara wajib berhenti sejenak guna memastikan lintasan aman sebelum melintasi rel kereta api aktif.
“Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan bersama. Perilaku sederhana seperti berhenti, melihat kondisi sekitar, dan memastikan aman sebelum melintas dapat mencegah risiko kecelakaan,” kata Anne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....