Pasar Video Commerce Indonesia, Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara
- 27 Agt 2026 16:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia tercatat sebagai pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara
- Jumlah penjual online mencapai 800 ribu dengan pertumbuhan transaksi 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi.
- Trend video-commerce ditopang oleh pengguna aktif sosial di Indonesia yang jumlahnya sangat besar, mencapai 180 juta orang
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia tercatat sebagai pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara. Jumlah penjual online mencapai 800 ribu dengan pertumbuhan transaksi 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi.
Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di Kementerian Perdagangan. “Video-commerce, orang jualan dengan melakukan (siaran) menggunakan video, tetapi pelanggannya online,” kata ujarnya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Trend video-commerce ditopang oleh pengguna aktif sosial di Indonesia yang jumlahnya sangat besar, mencapai 180 juta orang. “Jumlah itu meningkat 26 persen per tahun,” ucap Menko Airlangga.
Menurutnya, potensi ekonomi digital Indonesia terus bertumbuh. Nilai ekonomi digital di tahun 2025 mencapai USD100 miliar, setara Rp1.776,5 triliun (kurs hari ini Rp17.762 per dolar AS).
Melihat potensinya yang besar, pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi digital sebagai pilar utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Dukungan terhadap UMKM juga dilakukan melalui perluasan akses pasar berbasis digital.
“Komitmen itu ditunjukkan melalui penyusunan regulasi yang adaptif dan penyediaan infrastruktur digital hingga ke pelosok negeri. Pemerintah juga memfasilitasi kolaborasi antara pelaku e-commerce, UMKM, asosiasi industri, dan konsumen,” ujar Menko Airlangga.
Dia juga mengingatkan pelaku usaha e-commerce untuk mengoptimalkan penggunaan kecerdasan buatan atau Articial Intelligence (AI). Menurutnya, algoritma sangat penting untuk mendorong produk yang berbasis pada personalisasi konsumen.
“Adaptasi teknologi ini merupakan peluang bagi pelaku usaha dan UMKM lokal. Mereka harus melakukan transformasi ekonomi digital secara lebih inklusif,” kaa Airlangga menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....