Kemendag: Dua UMKM Raih Pesanan Rp510 Juta dari Cili
- 25 Agt 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perdagangan mencatat dua UMKM Indonesia memperoleh pesanan senilai Rp510 juta dari buyer Cili, Amerika Selatan.
- Produk yang diekspor berupa keripik buah, sayuran, dan camilan tempe untuk didistribusikan melalui jaringan ritel Cili.
- Kemendag bersama ITPC Santiago dan KBRI Santiago terus membuka peluang ekspor produk UMKM Indonesia ke pasar Cili.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan mencatat dua UMKM Indonesia memperoleh pesanan senilai Rp510 juta dari buyer asal Cili, Amerika Selatan. Produk olahan buah, sayur, dan camilan tempe tersebut akan dipasarkan melalui jaringan ritel di Cili.
Pesanan tersebut setara dengan USD 29 ribu dan pengirimannya telah dilakukan pada pekan kedua Agustus 2026. Produk diperkirakan tiba di Cili pada Oktober 2026 untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan ritel setempat.
Dua UMKM yang memperoleh pesanan tersebut yakni CV Pangantama Makmur Abadi dan CV Arva Indonesia. Pangantama memasok keripik buah mangga, apel, nangka, brokoli, dan jamur kepada buyer Cencosud Retail S.A.
Sementara CV Arva Indonesia memasok keripik tempe dengan varian truffle, honey butter, dan himalayan salt basil. Transaksi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan pasar produk UMKM Indonesia di Amerika Selatan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengapresiasi keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor. Menurutnya, transaksi tersebut berpeluang berkembang menjadi kerja sama jangka panjang dengan buyer setempat.
“Hal ini selaras dengan upaya Kemendag untuk meningkatkan ekspor produk ke pasar global. Beberapa upaya meliputi promosi dagang, penjajakan pasar, fasilitasi pameran, serta pendampingan komunikasi bisnis antara eksportir Indonesia dan buyer potensial di mancanegara,” ujar Puntodewi dalam keterangannya di Santiago, Senin, 24 Agustus 2026.
Transaksi tersebut merupakan tindak lanjut partisipasi perusahaan Indonesia dalam pameran Espacio Food & Service 2025 di Cili. Komunikasi bisnis lanjutan kemudian difasilitasi Kemendag melalui ITPC Santiago bersama KBRI Santiago.
Pemilik sekaligus pendiri CV Pangantama Makmur Abadi, Irene Hartanto, mengapresiasi pihak yang membantu merealisasikan transaksi tersebut. Ia juga berharap kegiatan ekspor dapat terus dilakukan secara konsisten oleh perusahaannya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mewujudkan keberhasilan pada transaksi awal, semoga ke depan kami dapat terus konsisten dalam kegiatan ekspor ini,” kata Irene.
Selain transaksi yang sudah terealisasi, terdapat peluang ekspor rempah Indonesia ke pasar Cili. ITPC Santiago bersama KBRI Santiago memfasilitasi penjajakan bisnis antara PT Mega Inovasi Organik dan calon importir Agro Imagina.
Wakil Kepala ITPC Santiago, Tesa Listva Kusumawardani, mengatakan calon importir tersebut tertarik terhadap produk rempah Indonesia. Pembahasan selanjutnya mencakup jenis produk, spesifikasi, standar kualitas, kemasan, harga, kapasitas pasok, dan dokumen pendukung.
“Berdasarkan hasil pembahasan awal, potensi pembelian produk rempah-rempah oleh Agro Imagina pada 2026 diperkirakan sebanyak satu kontainer 20 feet. Potensi nilai transaksinya sebesar USD 70.000,” kata Tesa.
ITPC Santiago akan terus mengawal komunikasi eksportir Indonesia dengan buyer di Cili. Pendampingan meliputi proses pengiriman, persyaratan impor, kedatangan produk, hingga perkembangan distribusi dan penjualan.
Pada Januari hingga Juni 2026, total perdagangan Indonesia dengan Cili mencapai USD 277,4 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Cili mencapai USD 219,8 juta, sedangkan impor tercatat USD 57,6 juta.
Dengan capaian tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 162,2 juta terhadap Cili. Kinerja itu menunjukkan peluang pasar Cili masih terbuka bagi produk bernilai tambah dari pelaku UMKM Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....