KAI Commuter Siapkan KRL 12 Rangkaian Kereta di Lintas Green Line
- 25 Agt 2026 00:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Commuter Indonesia meningkatkan kapasitas angkut armada kereta 12 rangkaian pada rute Green Line.
- Manajemen KAI Commuter memprioritaskan penutupan perlintasan sebidang liar di Stasiun Rangkasbitung demi menjaga keselamatan.
- Operator mengevaluasi efisiensi rute perjalanan dan merevitalisasi peron Stasiun Cibinong untuk mempersingkat waktu tunggu.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memprioritaskan pengoperasian armada 12 rangkaian kereta pada lintas Green Line perkotaan. Operator transportasi publik memperkuat sistem daya listrik aliran atas untuk mengurai kepadatan penumpang harian.
Manajemen menyampaikan rencana pembaruan sarana perkeretaapian rute Tanah Abang menuju Rangkasbitung pada Senin, 24 Agustus 2026. Keterangan peningkatan keandalan prasarana tersebut dipaparkan di Kantor Pusat KAI Commuter di kawasan Stasiun Juanda, Jakarta.
Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Muhammad Purnomosidi menegaskan fokus utama pembangunan gardu listrik. Kesiapan pasokan daya listrik menjadi syarat mutlak demi kelancaran operasional angkutan transportasi publik perkotaan.
"Jadi yang sekarang ini kita siapkan, KAI dengan dengan KCI itu terkait dengan prioritasnya adalah ke Green Line. Jadi yang prioritas adalah kita meng-upgrade gardu sama menambah beberapa gardu baru sehingga bisa dijalankan SF12. Tapi dengan headway yang masih tetap, karena persinyalannya enggak dirubah," kata Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Muhammad Purnomosidi.
Purnomosidi menargetkan pengoperasian penuh rangkaian panjang tersebut dapat terealisasi pada paruh pertama tahun depan. Aspek keselamatan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Banten turut ditingkatkan melalui penutupan perlintasan.
"Kemudian kita tambah gardu-gardu baru, kita sisipkan gardu-gardu baru sehingga harapannya di mungkin paling lambat semester 1 tahun depan itu SF12 sudah bisa dijalankan di... di Green Line. Tapi dengan headway yang masih seperti sekarang ya, kurang lebih 10 menitan. Nah, setelah itu, target berikutnya adalah memperbaiki persinyalannya agar headway-nya di- dipersingkat, diperpendek," ujar Purnomosidi.
Ia menjelaskan titik perlintasan di samping Stasiun Rangkasbitung menjadi sasaran prioritas penutupan liar. Koordinasi intensif dilakukan bersama jajaran daerah operasi guna memetakan perlintasan yang belum memiliki penjagaan resmi.
"Yang menutup perlintasan, tupoksinya KCI ini kan hanya Badan Usaha Pengelola Sarana, jadi kami enggak mengelola penutupan pintu perlintasan. Tapi tetap kita men-support teman-teman Daop 1 sebagai tempat kita berkoordinasi dan beroperasi. Kebetulan tadi saya habis ketemu Pak Kadaop 1, ini yang di Rangkas nih jadi prioritas," ucap Purnomosidi.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda memaparkan data pelayanan jaringan komuter pada wilayah operasional. Kepadatan penumpang di seluruh koridor layanan komuter menuntut jaminan perlindungan keselamatan masyarakat yang jauh lebih ketat.
"Kalau yang sekarang kan masih karena masih open ya secara pendaftaran, tapi kalau berangkat dari penyelenggaraan Commuter Run yang kita laksanakan di tahun 2023 misalnya, itu bener-bener merata tuh ya dari seluruh area yang memang khususnya animonya tinggi itu yang dilayani jaringannya Commuter Line," kata Karina Amanda.
Purnomosidi menambahkan bahwa penataan pola operasi kereta disiapkan untuk menyongsong Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru. Simulasi skema kereta pengumpan maupun perjalanan langsung terus dikaji agar distribusi penumpang berjalan lancar.
"Kita sedang mengevaluasi, kan kebetulan nanti tanggal 1 November rencana kan ada pemberlakuan Gapeka baru. Jadi apakah nanti, ini masih kita kita hitung ya, kita analisa dengan teman-teman kantor pusat. Apakah nanti hanya hanya rute feeder Nambo–Depok atau Nambo–Citayam," ujar Purnomosidi.
Ia menyebutkan bahwa revitalisasi prasarana peron stasiun dilakukan untuk memangkas interval waktu tunggu armada. Penambahan jalur persilangan di stasiun antara menjadi kunci utama dalam mempercepat waktu tempuh perjalanan.
"Termasuk kita sedang cek agar headway-nya bisa pendek. Kan sekarang satu jaman, bisa 30 menit, itu kita lagi coba perbaiki peron yang ada di Stasiun Cibinong," ucap Purnomosidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....