KAI Bidik 1,4 Miliar Pelanggan Melalui Empat Mesin Pertumbuhan

  • 19 Agt 2026 23:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia menargetkan jumlah volume penumpang mencapai angka 1,4 miliar orang per tahun pada 2045.
  • Perusahaan BUMN ini menyiapkan empat mesin pertumbuhan guna memperluas kontribusi pendapatan dari lini bisnis non-farebox.
  • KAI mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi operasi dan kapasitas jaringan transportasi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan volume penumpang mencapai angka 1,4 miliar orang per tahun. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memproyeksikan porsi bisnis non-farebox mencapai kisaran 20 hingga 25 persen.

Target jangka panjang tersebut dirancang untuk mendukung peta jalan pembangunan nasional menuju tahun 2045 mendatang. KAI Group mencatatkan kenaikan volume sebesar 8,52 persen dengan total 503,5 juta pelanggan pada 2025.

Angka capaian pergerakan penumpang itu terhitung melesat drastis jika dibandingkan total 464 juta orang pada 2024. BUMN transportasi ini mencatat akumulasi sekitar 2,8 juta interaksi layanan dengan para pengguna setiap hari.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memaparkan arah transformasi bisnis secara langsung. Ia menyampaikan materi tersebut di Hotel AYANA Midplaza Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.

“Skala KAI sudah sangat besar. Tantangan sekaligus peluang berikutnya adalah meningkatkan kontribusi aset, teknologi, keahlian, dan basis pelanggan sebagai sumber pertumbuhan baru yang memberi nilai lebih besar bagi perusahaan dan perekonomian,” ujar Bobby.

Bobby menyebutkan bahwa sebanyak 94 persen pendapatan perusahaan saat ini masih didominasi oleh layanan transportasi. Porsi penerimaan dari lini bisnis non-farebox hingga kini baru berada pada kisaran angka sebesar enam persen.

Bobby menjelaskan keberadaan empat mesin pertumbuhan baru mencakup aset operasional, berwujud, kapabilitas, hingga teknologi digital. Optimalisasi tersebut ditopang kepemilikan aset lahan perkeretaapian yang tercatat seluas 327,8 juta meter persegi.

“Pertumbuhan ke depan harus lebih produktif. KAI perlu semakin kuat dalam operasi, semakin optimal dalam mengelola aset, dan semakin cepat memanfaatkan teknologi,” kata Bobby.

Ia menambahkan bahwa transformasi perusahaan difokuskan guna memperbesar efisiensi sistem transportasi serta logistik nasional. Penerapan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence turut didorong untuk mengoptimalkan kapasitas jaringan kereta.

“Kita perlu bergerak dari menunggu permintaan menjadi menciptakan peluang. Industri yang maju membangun kesempatan, lalu pertumbuhan mengikuti,” ucap Bobby.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan pernyataan resmi mengenai target jangka panjang. Acara ini digelar School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama University of Glasgow.

“Menuju 2045, KAI menargetkan posisi sebagai world-class railway operator. Untuk mencapainya, kami harus memperkuat produktivitas, memperluas sumber pertumbuhan, dan memastikan perkeretaapian memberi kontribusi yang semakin besar terhadap konektivitas serta daya saing Indonesia,” kata Anne Purba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....